Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HUT ke 351 Sulsel

Mengenal Seppa Tallung dan Passapu Randanan, Pakaian Adat Suku Toraja yang Dikenakan Nurdin Abdullah

Dalam budaya Suku Toraja, pakaian adat untuk pria dikenal dengan nama Seppa Tallung.

Tayang:
Editor: Anita Kusuma Wardana
tribun-timur.com/Muh Abdiwan
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memakai pakaian adat dari Toraja dalam peringatan HUT ke-351 Sulsel, Senin (19/10/2020) 

Bentuk atap dari rumah ini menjulang ke depan dan ke belakang Pembangunan rumah ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, biasanya dalam pembangunan rumah ini akan dibantu oleh keluarga besar.

Rumah tongkonan ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu tongkonan layuk, tongkonan pekamberan, tongkonan batu. Tongkonan layuk adalah rumah yang digunakan sebagai pusat pemerintahan.

Tongkonan pekamberan adalah rumah milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam tradisi Toraja. Sedangkan untuk tongkonan batu adalah rumah untuk anggota keluarga biasa.

4. Upacara Penggantian Baju Jenazah

tribunnews
Jasad leluhur warga Toraja diperlihatkan saat ritual ma,nene, beberapa waktu lalu. Ma’nene adalah ritual mengganti pakaian jasad leluhur yang disemayamkan di dalam peti tempat pemakaman. (DAILY MAIL/AGUNG PARAMESWARA)

Upacara ini biasa disebut Ma’Nene, dalam upacara ini terdapat ritual yang dapat dibilang menyeramkan.

Bagaimana tidak, mayat yang sudah bertahun-tahun dikebumikan di tebing, goa atau di kuburan batu akan di keluarkan dari makam. Kemudian pakaian mayat tersebut akan diganti dan didandani layaknya orang biasa yang masih hidup.

5. Atraksi Adu Kaki “Sisemba”

Atraksi ini mungkin tidak akan anda temui selain di tanah Toraja.

Sisemba adalah atraksi semacam tawuran, tetapi menggunakan kekuatan kaki.

Acara sisemba ini biasa diadakan setelah panen raya, hal ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah ruah.

Sisemba biasanya diikuti oleh puluhan bahkan ratusan peserta.

6. Adu Kerbau

tribunnews
Dua ekor tedong (kerbau) beradu pada Silaga Tedong di Tallunglipu, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Utara, Jumat (29/12/2017). Tradisi Silaga Tedong merupakan hiburan tradisional masyarakat Toraja yang masih bertahan hingga kini, dan sering ditampilkan pada kegiatan Rambu Solo' (upacara kematian). TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Tradisi suku Toraja ini dalam bahasa Toraja disebut Ma’ Pasilaga Tedong atau Tedong Silaga.

Tradisi adu kerbau ini sudah ada sejak zaman nenek moyang suku Toraja yang tetap dilestarikan sampai saat ini.

Anda dapat melihat tradisi adu kerbau ini saat ada upacara Rambu Solo.

Acara adu kerbau ini juga menjadi daya tarik para wisatawan, karena tradisi seperti ini hanya ada di Toraja.

Adu kerbau merupakan acara yang sangat unik dan sangat meriah.

Uniknya lagi kerbau-kerbau yang digunakan dalam tradisi ini diberi nama yang unik-unik.

Penjelasan tadi adalah tentang sejarah dan keunikan dari Suku Toraja yang tinggal dipegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.

Peninggalan-peninggalan dari nenek moyang juga masih dilestarikan sampai saat ini seperti rumah adat Tongkonan dan juga tradisi-tradisi yang bernuansa mistis.

Kekayaan budaya dari Toraja ini harus tetap di jaga walaupun saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang pesat.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved