HUT ke 351 Sulsel
Mengenal Seppa Tallung dan Passapu Randanan, Pakaian Adat Suku Toraja yang Dikenakan Nurdin Abdullah
Dalam budaya Suku Toraja, pakaian adat untuk pria dikenal dengan nama Seppa Tallung.
Penduduk suku ini mayoritas beragama Kristen, dan sebagian penduduknya beragama Islam.
Tetapi ada juga yang menganut ajaran animisme yang biasa disebut Aluk To Dolo.
Pemerintah Indonesia telah mengakui keyakinan ini dan menganggap keyakinan ini sebagai agama Hindu Dharma.
Nama Toraja berasal dari bahasa Bugis, yaitu “to riaja” yang mempunyai arti orang yang berdiam di negeri atas.
Pada saat Indonesia dikuasai oleh Belanda yaitu di tahun 1909, Kolonial Belanda menyebut suku ini Suku Toraja. Suku ini terkenal dengan ritual pemakamannya, selain itu suku ini juga terkenal dengan ukiran kayunya dan rumah adatnya yaitu tongkonan.
Sebelum abad ke 20, suku ini sama sekali belum tersentuh oleh dunia luar dan masih menganut keyakinan animisme.
Saat itu suku ini masih tinggal di desa-desa otonom.
Kedatangan Belanda di awal tahun 1900an memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Kristen.
Seiring berjalannya waktu suku ini semakin terbuka terhadap dunia luar yaitu pada tahun 1970an.
Setelah itu Tana Toraja menjadi lambang pariwisata Indonesia. Sejak tahun 1990an masyarakat Toraja mengalami transformasi budaya.
Masyarakat Toraja yang tadinya menganut keyakinan animisme sekarang sudah berganti menjadi masyarakat beragama Kristen.
Suku Toraja ini terbilang cukup unik, maka dari itu banyak sekali wisatawan yang berkunjung kesana.
Tidak hanya wisatawan lokal saja, tetapi ada juga wisatawan mancanegara yang mengunjungi suku Toraja.
Untuk anda yang belum mengenal suku ini, berikut adalah beberapa keunikan dari suku Toraja:
1. Upacara Pemakaman Rambu Solo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nurdin-abdullah-memakai-pakaian-adat-dari-toraja-dalam-peringatan-hut-ke-351-sulsel.jpg)