Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Stop Membuang Makanan

Stop Membuang Makanan oleh: Andi Mutiara Anastasya,mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Andi Mutiara Anastasya, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin 

Stop Membuang Makanan

oleh: Andi Mutiara Anastasya,mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Makanan merupakan zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi.

Karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral merupakan nutrisi dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Membuang makanan sama saja dengan membuang kekayaan kita, mungkin kita bisa menikmati makanan enak hari ini, tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa kita masih dapat menikmati makanan enak esok hari?

Membuang makanan seakan telah menjadi hal yang lumrah dan terkesan hal yang wajar.

Banyak penyebab orang-orang membuang makanan seperti telah basi  atau tidak layak untuk dimakan.

Ada juga orang yang dengan sengaja membuang makanan padahal masih layak untuk dimakan hanya karena merasa kenyang dan tidak suka dengan makanan tersebut.

Terutama pada situasi bertamu di rumah kerabat atau teman kebanyakan orang tidak menghabiskan makanannya karena merasa malu untuk menghabiskan makanannya sampai piringnya bersih.

Apakah anda tahu bahwa Indonesia menyandang predikat  negara  ke-2  di dunia yang selalu membuang makanan setelah Arab Saudi? setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun kita selalu membuang makanan karena orang Indonesia jarang menghabiskan makanan mereka ketika mereka makan.

Membuang-buang makanan adalah kebiasaan buruk negara kita karena kita tidak pernah menghargai betapa sulitnya usaha untuk mendapatkan makanan.

Hari makan dirayakan setiap tanggal 16 Oktober. Mantan ketua badan pangan PBB, Mark Samulker mengatakan lebih dari 13 juta makanan yang tidak dihabiskan di Indonesia.

Limbah makanan tertinggi yakni jenis sayuran 7,3 kg, buah-buahan 5 kg, tempe-tahu-oncom 2,8 kg, umbi dan jagung 2,4 kg dan beras 2,7 kg.

Sementara yang paling sedikit ditemukan dalam sampah makanan yakni kacang-kacangan 0,4 kg, telur 1 kg, ikan dan seafood 1,5 kg, daging 1,6 kg, susu dan olahannya 1,7 kg serta makanan lainnya 1,8 kg. Perhitungan ini dengan satuan per orang per tahun di Indonesia.

Dari 260 juta jiwa lebih penduduk Indonesia, kita dapat menghitung bahwa permintaan pangan pada orang-orang di Indonesia adalah 190 miliar per tahun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved