Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Stop Membuang Makanan

Stop Membuang Makanan oleh: Andi Mutiara Anastasya,mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Andi Mutiara Anastasya, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin 

Ini berarti kita membuang lebih dari 13 miliar ton.

Ini sangat disayangkan saat mendengar hal tersebut. Selain itu, jumlahnya sama dengan 11% populasi di negara kita atau sekitar 28 miliar populasi yang jumlahnya hampir sama dengan warga tidak mampu di tahun 2015.

Ini sangat menyedihkan.

Anda pasti bertanya-tanya mengapa Indonesia menjadi salah satu negara yang memboroskan makanan di dunia, tidak sadar faktor utama mengapa hal itu terjadi karena gaya hidup mewah orang-rang kaya, itulah sebabnya banyak sisa makanan dan menjadi tumpukan.

Ketidaksadaran orang-orang menjadikan hal-hal kecil ini selalu dilupa dan mungkin banyak orang tidak tahu tentang itu.

Secara pribadi saya salah satu orang yang sering membuang makanan saat saya makan. Seringkali saya membuang makanan saat saya makan karena mendapatkan rambut di makanan tersebut.

Terutama saat saya sedang makan di warung dan mendapatkan sebuah rambut seketika saya akan berhenti makan.

Tapi pernah saya mencoba untuk tetap memakan makanan tersebut tapi terasa geli dan rasanya ingin memuntahkan makanan tersebut.

Membuang-buang makanan memang adalah kebiasaan buruk dan bisa menimbulkan dampak yang  buruk dalam masyarakat kita seperti makanan krisis karena tidak ekonomis, membuat kotor lingkungan kita, pencemaran lahan dan sumber air.

Padahal diluar sana masih banyak masyarakat miskin di negara kita yang sedang berusaha keras untuk mendapatkan sebuah makanan. Tidak pekanya orang-orang berduit tentang situasi susahnya ekonomi yang dirasakan masyarakat miskin Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat mereka susah untuk menghargai sebuah makanan.

Ada banyak cara agar tidak membuang-buang makanan lagi. Seperti perhatikan apa yang dimasak.

Bagi ibu-ibu yang akan memasak sebaiknya tidak secara berlebihan. Mungkin maksud ingin memberikan masakan yang istimewa kepada keluarga, namun masak secara berlebihan akan membuat makanan tersebut tidak termakan semua. Jadi sebaiknya masaklah secukupnya.

Cara lainnya kita bisa menaruhnya di kulkas agar keesokan harinya dapat makanan tersubut dapat dihangatkan atau dapat juga kita bagikan kepada orang lainnta yang memang membutuhkan.

Saya ingin mengajak anda untuk berhenti membuang-buang makanan, banyak orang membutuhkan makanan dan mereka susah untuk medapatkan makanan.

Atas lebihnya  makanan dan minuman yang tuhan beri kepada kita sebagai sebuah rezeki jadi jangan pernah membuang makanan lagi.n (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved