Breaking News:

Awal Mula #RakyatBukanCumanElu Jadi Trending Topik saat Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja

Di Makassar sendiri, Kapolda Sulsel membeberkan aktor penunggang dibalik kerusuhan kemarin

Editor: Waode Nurmin
twitter
Perusakan fasilitas umum,antara lain, Halte Transjakarta oleh pendemo penolak UU Cipta Kerja patut disayangkan. Aksi itu memunculkan trending #RakyatBukanCumaElu 

Halte yang dibakar:

Bundaran HI (Koridor 1)

Sarinah (Kor 1)

Tosari Baru (Kor 1)

Tosari Lama (Kor 1)

Karet Sudirman (Kor 1)

Sentral Senen (Kor 5)

Senen arah P Gadung (Kor 2)

Senen arah HCB (Kor 2)

Halte yang dirusak:

HCB (Kor 1)

BI (Kor 1)

Gambir 1 (Kor 2)

Sumber Waras (Kor 3)

Grogol 1 (Kor 3)

Dukuh Atas 1 (Kor 1)

Petojo (Kor 8)

Benhil (Kor 1)

RS Tarakan (Kor 8)

Kwitang (Kor 2)

Terungkap siapa penunggang demo UU Cipta Kerja Omnibus Law hingga rusuh di Makassar, disampaikan Kapolda Sulsel.

Terbaru, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menyebut kericuhan yang terjadi saat aksi tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Kota Makassar karena ditunggangi kelompok-kelompok tertentu.

Merdisyam menyebut kelompok yang menunggangi kericuhan yang terjadi di titik demonstrasi itu ialah kelompok anarko. 

"Ini (kericuhan) sebenarnya bukan lagi massa buruh tapi sudah bercampur dengan pihak-pihak yang sengaja menunggangi. Kita bisa katakan ini adalah dari massa anarko," kata Merdisyam saat diwawancara di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Kamis (8/10/2020) malam.

Merdisyam mengatakan memang ada kelompok-kelompok anarko itu yang memancing kericuhan terjadi saat unjuk rasa menolak Omnibus Law yang digelar di beberapa titik di Kota Makassar.

Namun, dia mengungkapkan, pihaknya kini sudah berhasil mendorong para pengunjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis dan terlibat bentrok dengan polisi di Jalan sekitar kantor DPRD Sulsel dan flyover di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

"Ada yang menumpang oleh kelompok-kelompok tertentu salah satunya yang kita deteksi yang membuat onar. Yang memancing kerusuhan. Makanya kami berpesan jangan terpancing, terprovokasi kepada pihak-pihak yang ingin melakukan provokasi," ujar Merdisyam.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan kembali terjadi di hari ketiga aksi demo tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di sekitar kantor DPR Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (8/10/2020) sore.

Bentrok antarpolisi dan pengunjuk rasa tersebut terjadi tidak lama setelah kericuhan pertama yang membuat polisi menembakkan gas air mata setelah dilempar batu oleh massa aksi.

Dalam bentrokan kedua ini, sebuah pos polisi lalu lintas yang berada di sekitar flyover Makassar dilempari bom molotov oleh seseorang dengan menggunakan masker yang diduga massa aksi.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Trending Topic "Rakyat Bukan Cuma Elu" Terkait Demo Anarkis, Netizen:Saya Mulai Kehilangan Respect

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved