Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kolom Perspektif Tribun

Kolom Perspektif Tribun: Dilema Pilkada

Meskipun banyak usulan termasuk dari pak JK, NU, Muhammadiyah, Komnas HAM, dari berita yang beredar Pemerintah tetap

Editor: Sudirman
Dokumen Syamri
Rektor Kalla Business School - Ir Syamril MT 

Keadaan berubah saat sambutan selesai dan para pejabat mulai turun dari panggung. Apa yg terjadi? Beberapa peserta mendekat dan berkumpul dengan pejabat untuk foto bersama. Tentu tetap pakai masker tapi jaga jarak sudah tidak lagi dilakukan.

Daya tarik tokoh dan pejabat terkadang membuat kita tidak rasional lagi dalam bertindak. Lupa semua sama protokol kesehatan.

Padahal ini komunitas kampus dan akademisi yang berpendidikan tinggi. Bagaimana dengan rakyat awam yang akan bertemu dengan tokoh calon gubernur, bupati dan walikota. Pasti lebih heboh daripada para akademisi.

Itulah kenyataan dalam perilaku sosial masyarakat kita. Tentu itu sangat rawan bagi penularan Covid-19. Maka wajar saja muncul aspirasi agar pemerintah menunda Pilkada sampai kondisi relatif membaik.

Semoga pemerintah bisa mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan jiwa rakyat. Jika memang bisa ditunda, itu lebih baik. Resiko kesehatan bisa dihindari. Jika tetap ingin dilaksanakan karena pertimbangan lain maka perlu aturan yang jelas, tegas dan konsisten.

Aturan khusus tentang pelaksanaan tahapan Pilkada khususnya masa kampanye harus jelas mana yang tidak boleh.

Aturan ditegakkan dengan tegas kepada yang melanggar dengan hukuman yang bisa memberi efek jera. Lalu itu dilaksanakan dengan konsisten kepada siapapun.

Tapi jujur saja dari hati yang paling dalam saya berharap semoga Pilkada bisa ditunda. Ini akan lebih aman bagi rakyat dan dapat menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa orang banyak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved