Breaking News:

Cinta Hidup Semati

INNALILLAH, Kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri Tercinta

INNALILLAH, kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri tercinta

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM/CITIZEN REPORTER
INNALILLAH, kiai NU Bantaeng Ini Wafat 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratul Maut Sang Istri 

Jenazah Pak Kiai ditutup dengan batik merah marun dan Alquran di bagian dada.

Sedangkan janazah istrinya dibungkus dengan batuk motif cokelat.

Jenazah pasangan suami istri ini dibawa ke Bantaeng, usai salat subuh.

Jaelani menceritakan, almarhum sejak sepeninggal istri pertamanya, Hj Sitti Djawiah, 6 tahun lalu, Kiai Idris memilih bermukim di Makassar.

Saat Pak Kiai menikah, usia Sanibah sudah 68 tahun.

Dia ditemani St Sanibah Binti Haruna, yang juga masih kerabat mendiang isri pertamanya.

Dari istri pertama, Pak Kiai dikaruniai lima anak; tiga pria dua wanita.

Sedangkan dari mendiang istri terakhirnya, Pak Kiai tak dikaruniai anak.

“Pak Kiai menikah enam tahun lalu, agar ada teman ngobrol, teman ngaji, bangunkan sahur,” kata Jaelani, yang juga Kabag Tata Usaha Kantor Kemenag Bantaeng.

Almarhum menjabat Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Bantaeng periode 1995-2005.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved