Breaking News:

CITIZEN REPORT

Idul Adha di Tengah Pandemi Corona, Antara Rusia dan Indonesia

Penyebaran corona di Rusia telah melandai sejak awal Juli, namun di Negeri Beruang ini salat Idul Adha berjamaah di masjid dan lapangan dilarang.

Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen Achmad Firdaus Hasrullah
Achmad Firdaus Hasrullah (dua dari kanan), mahasiswa S2 di Universitas Higher School Of Economy (HSE) Moskow asal Kota Makassar 

Awalnya tembus 11.656 kasus di pertengahan bulan Mei sekarang turun di angka 5.475 kasus di seluruh negara Federasi Rusia.

Namun, dari KBRI Rusia yang bertempat di kota Moskow telah mengumumkan bahwa sholat Idul Adha dan sekaligus silaturahmi resmi ditiadakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Beda hal dengan Pemerintah Kota Makassar yang memperbolehkan masyarakatnya pelaksanaan shalat Idul Adha berjamaah di masjid, bukan di lapangan terbuka.

Meskipun begitu banyak hal yang tidak terduga akan terjadi dan hal itu juga sangat bertentangan dengan protokol kesehatan pemerintah yang masih harus memberlakukan social distancing dilakukan karena mengingat angka kasus penyebaran corona di Sulawesi Selatan sendiri masih belum terlihat ada perubahan yang signifikan atau melihat kurva yang melandai.

Mengenal Parafilia, Gangguan yang Dikaitkan dengan Kasus Fetish Kain Jarik: Bisa Disembuhkan?

Hal ini menegaskan kembali bahwa pemerintah daerah dan pusat memang tidak serius menangani Covid-19 saat periode awal menyebar.

Padahal, seperti yang dinyatakan WHO, "pendeteksian yang lemah pada tahap awal wabah menghasilkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus dan kematian yang akan terus berlanjut.”

Cenderung meremehkan, seakan-akan orang Indonesia kebal dari serangan virus ini.

Para pemangku kebijakan dan pejabat di awal pandemi ini menyerang di Indonesia lebih sibuk memberikan komentar yang kurang ilmiah.

Mulai dari komentar perihal promosi wisata negara sampai komentar seperti makan nasi kucing, jamu, makan tauge atau berdoa tanpa bisa menyertainya dengan penjelasan dan bukti ilmiah yang sangat jelas.

Hal ini bisa dilihat sekarang dari ketidak seriusan pemerintah Indoenesia menangani Pandemi Covid-19 ini, kasus demi kasus masih terus ada dan menempatkan Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara menjadi nomor 1 dengan tingkat kasus yang masih tetap ada dan terus konsisten.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved