Breaking News:

OPINI PAKAR

Protokol Kesehatan Idul Adha dan Ancaman Covid-19

Berkumpulnya massa yang besar pada waktu yang bersamaan pada satu titik waktu tertentu sangat berpeluang terjadinya penularan covid-19.

FB Ridwan Amiruddin
Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM MKes MSc PH (Ketum PERSAKMI Indonesia) 

Oleh: Ridwan Amiruddin
Ketua Prodi S3 Kesmas Unhas dan Ketua Persakmi Indonesia dan Ketua PAEI Sulsel.

Berkumpulnya massa yang besar pada waktu yang bersamaan pada satu titik waktu tertentu sangat berpeluang terjadinya penularan covid-19.

Menurut level penularan di berbagai arena, kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa besar termasuk dalam level 9 (tertinggi) dalam transmisi covid-19.

Sebagai ilustrasi, betapa Australia dan negara lain sangat hati hati terhadap peningkatan kasus yang terjadi.

Australia membatalkan pelaksanaan Idul Adha karena peningkatan kasus di wilayah Quensland.

Menko PMK Khatib Salat Iduladha di Masamba Luwu Utara

Negara-negara lain yang melaksanakan lockdown kembali di antaranya Provinsi Xinjian (China), Melborne (Australia), Vietnam, Spanyol, dan Malaysia.

Karena setelah pelonggaran ekonomi bisnis, kasus covid-19 di masing masing negara tersebut melonjak tajam.

Kondisi serupa dengan melonjaknya kasus di Jakarta yang muncul dengan cluster perkantoran.

Sekitar 60-an perkantoran di Jakarta telah terpapar covid-19.

Telaah epidemiologis Covid-19 di Jakarta sebagai epicentrum, sebenarnya telah terjadi transmisi lokal.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved