Breaking News:

Tribun Business Forum

Covid-19, Potensi Kerugian Event Organizer Rp 500 Miliar, Industri Hotel Rp 2 Miliar Per Hari

Tidak adanya izin menggelar event dari pemerintah, EO, vendor maupun hotel sebagai venue sudah lima bulan tiarap dan belum bisa menerka situasi

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/NURFAJRIANI
Tribun Business Forum seri #7 kembali disiarkan di Facebook dan YouTube Tribun Timur, Kamis (16/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Industri Entertainment, dalam hal ini penyedia jasa profesional penyelanggara acara atau Event Organizer (EO) tak bisa berbuat banyak di tengah pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga saat ini.

Meskipun pemerintah tengah menggaungkan era baru atau New Normal, belum ada titik terang mengenai nasib EO di Makassar, khususnya 100 lebih company maupun personal yang tergabung di Komunitas Live (khusus jasa EO, Vendor dan lainnya).

Tidak adanya izin menggelar event dari pemerintah, EO, vendor maupun hotel sebagai venue sudah lima bulan tiarap dan belum bisa menerka situasi apa yang akan dilewati ke depannya.

"Terus terang kami bisa survive hanya sampai Agustus. Lewat dari itu, wah tidak tau lagi, makanya sekarang yang bisa kami lakukan ialah bersuara lantang agar nasib kami, karyawan kami, keluarga kami juga diperhatikan," kata
Owner PT Zetta Adi Communication Proffesional MICE Organizer, Husain Muslimin saat menjadi narasumber di Tribun Business Forum Seri 7 dengan tema Geliat Industri EO, Kamis (16/7/2020).

Ia membeberkan, event sejak Maret sampai sekarang tidak hanya ditunda melainkan dibatalkan karena tidak izin dari pemerintah.

Padahal, menurut Laki-laki yang akrab disapa Uchenk ini terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona telah diterapkan sejak pandemi merebak.

Olehnya itu, potensi kerugian pun sangat besar di tahun 2020 ini.

"Tahun lalu sebelum pandemi omset EO sampai Desember Rp 400 miliar. Proyeksi kami di 2020 bisa sampai Rp 500 miliar hingga Rp 700 miliar. Tetapi ternyata karena pandemi, semua event yang siap kita helat di 2020 tidak berjalan," ujarnya.

Tidak hanya EO sebagai penyelenggara, hotel yang selama ini menjadi venue penyelenggaraan event pun tak bisa berbuat apa-apa.

Potensu kerugian yang setiap harinya juga cukup besar.

Seperti disampaikan Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga yang juga hadir sebagai narasumber pada bincang virtual ini.

"Prediksi kerugian hotel karena sepi kunjungan akibat pandemi kisaran Rp Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 2 miliar per hari," kata General Manager (GM) Claro Makassar ini.
Menurutnya, kerugian atau kehilangan potensi pendapatan bisa mencapai Rp 2 miliar perhari dengan asumsi 50 persen tidak terisi dari total kamar.

"Kami berharap kondisi ini bisa segera berlalu, pemerintah segera mengambil sikap, tolong biarkan kami bangkit kembali dengan event sesuai protokol," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Klimaks Event Yusuf Achmad menambahkan, kolaborasi dengan semua pihak termasuk media menjadi salah satu upaya untuk survive.

"Selain itu regulasi yang adil dari pemerintah juga kami harapkan agar bisa kembali bangkit mulai saat ini," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved