Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Kenormalan Baru Layanan Perpustakaan

Sudah saatnya layanan perpustakaan yang konvensional bertransformasi digitalisasi. Ditulis Heri Rusmana, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan

Editor: Jumadi Mappanganro
sanovra/tribun-timur.com
Sejumlah Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Psikologi membaca buku saat berada di Toko Buku Gramedia Panakkukang, Makassar, Jumat (7/2/2020). Membaca buku memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Kemudian melonjak tajam pada periode 29-4 April yang mencapai angka 42.645 (Berita Satu, 17/4/2020).

Data-data itu menunjukkan bahwa layanan perpustakaan berkonten digital diminati dan menjadi alternatif selama pembatasan sosial.

Meskipun tanpa layanan tatap muka dan harus pergi ke perpustakaan, orang mau mengisi waktunya dengan membaca buku untuk mengusir kejenuhan sekaligus menambah wawasan dan referensi.

Kenormalan Baru

Pandemi Covid-19 secara tidak langsung memberikan pembelajaran bagi pustakawan yang sehari-hari mengelola perpustakaan.

Pengelola perpustakaan diingatkan akan pentingnya inovasi agar hak pengguna layanan tetap terpenuhi.

Sosok Eka Tjipta Widjaya, Konglomerat Indonesia yang Warisannya Jadi Rebutan Anak-anaknya

Profil Anniza Hajariani, Belajar Masak dari Mertua hingga Sukses Berbisnis Kuliner Sambal Roa

Dalam kesempatan ini, penulis mengajukan tiga konsep yang mungkin dapat diterapkan di perpustakaan pada era kenormalan baru.

Pertama, penerapan e-Library atau digital library, dengan mengambil contoh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dilakukan Perpusnas, dan beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Selatan.

Sudah saatnya layanan perpustakaan yang konvensional bertransformasi digitalisasi.

E-Library dalam konteks perpustakaan mencakup penyimpanan data, baik itu buku, jurnal, gambar hidup, gambar, rekaman suara, dan sejenisnya dalam bentuk file elektronik.

Kedua, closed access dan drive through service. Ide ini penulis adopsi dari layanan makanan cepat saji.

Untuk bisa menjalankan layanan ini di perpustakaan maka perpustakaan harus menyediakan aplikasi yang bisa diakses anggota perpustakaan.

Dengan catatan anggota itu harus terlebih dahulu memesan bukunya.

Jadi, anggota perpustakaan bersangkutan menjemput buku yang akan dipinjam tanpa harus masuk ke ruang layanan perpustakaan dan buku yang akan dipinjam telah disiapkan oleh pustakawan pada tempat yang telah disediakan.

Syarat layanan ini, adalah perpustakaan harus memiliki database koleksi yang akurat sehingga dapat diakses secara online.

Prof Husain Syam Lantik Empat Wakil Rektor UNM, Tiga Wajah Baru

Cerita Dokter di Sinjai Positif Corona, Ini Solusinya Bisa Terhindar dan Sembuh

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved