Tim Pemburu Koruptor
Kenapa Mahfud MD Tetap Bentuk Tim Pemburu Koroptur? Tak Peduli Pandangan Kontra KPK
Kalau anda bilang KPK misalnya agak kurang setuju, itu Pak Nawawi (Komisioner KPK) dan bagus Pak Nawawi itu,"
TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memastikan akan tetap membentuk Tim Pemburu Koruptor.
Mahfud MD tak peduli dengan pandangan kontra dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Mahfud, pro dan kontra itu wajar terjadi di negara Demokrasi.
"Kalau anda bilang KPK misalnya agak kurang setuju, itu Pak Nawawi (Komisioner KPK) dan bagus Pak Nawawi itu," kata Mahfud saat memberikan keterangan pers di kantornya, Rabu (15/7/2020).
Mahfud menyebut di KPK tak hanya Nawawi Pomolango, tetapi ada beberapa nama lain.
• Fakta-fakta Ayah Kandung Hamili Anak Gadisnya, Mirip Mantan Istri, Pelukan Kangen dan Sama-sama Suka
• Pedagang Ayam Tolak Diisolasi, Keluarga Halangi Petugas: Sakit itu karena Setan Bukan Covid-19
Bahkan, Mahfud mengklaim Ketua KPK Firli Bahuri pun mendukung rencana tersebut.
"Yang berlaku nanti adalah keputusan rapat resmi. Proses nomokrasinya. Proses politik tukar opininya siapa saja boleh ngomong," tambahnya.
"Saya akan terus mengerjakan ini secara serius, tentang Tim Pemburu Koruptor ini, tapi tetap memperhatikan saran-saran dari masyarakat," pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango angkat bicara terkait wacana pengaktifan kembali Tim Pemburu Koruptor oleh pemerintah.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Tim Pemburu Koruptor akan segera dibentuk, dengan menampung masukan-masukan dari masyarakat.
Menurut Nawawi, tim pemburu koruptor yang sempat dibentuk beberapa tahun lalu kinerjanya tidak memberi hasil optimal.
• Fakta-fakta Ayah Kandung Hamili Anak Gadisnya, Mirip Mantan Istri, Pelukan Kangen dan Sama-sama Suka
• Pedagang Ayam Tolak Diisolasi, Keluarga Halangi Petugas: Sakit itu karena Setan Bukan Covid-19
Untuk itu, kata dia, jangan sampai kinerja tim tersebut yang tidak optimal terulang lagi.
"Saya pikir pembentukan tim ini di tahun 2002 dan senyatanya tidak memberi hasil optimal, cukup untuk menjadi pembelajaran untuk tidak diulangi lagi," kata Nawawi kepada Tribunnews.com, Selasa (14/7/2020).
Menurut Nawawi, akan lebih bijak bilamana semangat koordinasi dan supervisi antar lembaga penegak hukum plus badan lembaga lain yang terkait ditingkatkan.
Termasuk juga, lanjut Nawawi menyemangati lagi ruh integrated criminal justice system yang belakangan disebutnya seperti jargon tanpa makna.