Breaking News:

PUBLIC SERVICES

Masuk Makassar Bayar Rp 150 Ribu?

Penegakan Perwali 36 mulai mendapat sorotan warga Kabupaten Gowa, khususnya di posko perbatasan Jl Sultan Alauddin.

Istimewa
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Makassar Ismail Hajiali. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penegakan Perwali 36 tentang percepatan penanganan covid-19 dengan melakukan pembatasan pergerakan antar wilayah mendapat sorotan.  

Di posko perbatasan Gowa-Makassar, Jl Malengkeri, seorang pengendara dari arah Gowa mau ke Makassar diminta untuk membayar Rp 150 ribu karena tak bisa memperlihatkan surat bebas covid-19.

Karyawan swasta salah satu perusahaan di Makassar yang enggan disebut namanya itu, mengaku selain dimintai uang, dia juga mendapat perlakuan tidak ramah.

"Saya mau ke kantor tapi tidak punya surat bebas covid. Terus dimintai uang 150 ribu kalau mau masuk Makassar. Tapi saya tidak mau bayar karena tidak punya uang," ujar pengendara tersebut, yang akhirnya diizinkan masuk Makassar setelah berdebat dengan petugas. 

Dikonfirmasi, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali menegaskan bahwa tidak ada bayar-bayar untuk masuk Makassar.

Menurut dia, jika warga tersebut memiliki kepentingan semisal bekerja di Makassar cukup memperlihatkan surat tugas dimana dia bekerja.

"Tidak ada bayar-bayar, dan itu tidak ada di Perwali. Kalau ada bukti bisa perlihatkan ke kami," katanya.

Lanjut Ismail, pihaknya tidak membebankan pembayaran untuk penerbitan bebas covid, kecuali kebijakan RS swasta.

"Kecuali swasta, kalau pemerintah tidak. Tentu dengan syarat harus di rapid dulu," tambahnya.

Ia mengungkapkan di posko batas kota, tidak sekadar aparat Pemkot Makassar saja, tapi gabungan TNI dan Polri juga bertugas di posko perbatasan.

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved