Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI PAKAR

Kapan Pandemik Covid-19 Berakhir dan Bagaimana Mengakhirinya

Sementara konsep kurva pandemik berapa lama waktu menuju puncak begitu pula waktu yang dibutuhkan untuk melandai.

Tayang:
Editor: Jumadi Mappanganro
FB Ridwan Amiruddin
Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM MKes MSc PH (Ketum PERSAKMI Indonesia) 

Oleh: Ridwan Amiruddin
Guru Besar FKM Universitas Hasanuddin, Ketua Umum Persakmi Indonesia, dan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Sulawesi Selatan

SETIAP sesuatu itu ada akhirnya, kecuali akhirat. Ada awalnya tiada akhirnya.

Jadi sepanjang masih peristiwa tentang dunia, itu pasti akan berakhir.

Seperti halnya tanaman, ada musimnya. Ada periode pada setiap kehidupannya.

Ada periode lahir, bertumbuh, matang, menua, akhirnya mati. Seperti itulah yang kita pahami bersama.

Semua hal tersebut pada dasarnya adalah peristiwa epidemiologi. Peristiwa yang terikat oleh aspek waktu dan wilayah.

Sekeping Cerita Ikut Rapid Test dan PCR

Sisi Unik Arturo Vidal di Barcelona, Gelandang Rasa Penyerang. Lihat Video Saat Latihan

Setiap peristiwa bersifat unik menurut karakteristik orang, waktu, dan tempat.

Atau unik dari aspek agent, host dan environment. apalagi Covid-19 sudah masuk kategori kedaruratan kesehatan mastarakat.

Bagaimana dengan pandemi Covid-19? Kapan berakhir? Jujur ini pertanyaan yang sulit dijawab.

Teori tentang outbreak konvensional tidak mampu menjelaskannya. Baik dari sisi periode inkubasinya, maupun dari aspek yang lain.

Banyak modeling yang telah dibuat untuk memproyeksi trend pandemik Covid-19 ini dan semuanya menyimpang.

Covid-19 telah melewati proyeksi semua ahli.

Jadi tidak perlu menyalahkan program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Karena tentu setiap kebijakannya telah dikaji secara matang berdasarkan resources masing-masing wilayah.

Ada baiknya lebih bijak menata mindsetnya untuk memberikan terobosan penyelesaian masalah secara lebih humanis.

Ciri utama epidemik sebelum menjadi pandemik di antaranya peristiwa yang terjadi cenderung membentuk kluster wilayah tertentu, pada waktu yang singkat dan pada kelompok populasi tertentu pula.

BREAKING NEWS: Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, 1 Rumah Hanyut

Staf Berhubungan Badan dengan Orang Dikarantina, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Virus Corona, Kronologi

Daya pembelahan sel Sarcov2 ini, betul eksponensial baik melalui human to human transmission maupun melalui air borne trasmission.

Dengan metode transmisi ini hampir tidak bisa dibendung dengan pendekatan konvensional.

Pendekatan lockdown berbulan bulan pada kondisi seperti ini belum maksimal melawan covid-19.

Melihat tingkat mutasi virus yang tinggi, penularan yang cepat maka pemikiran dan pendekatan out of the boks yang perlu dikembangkan lebih luas.

Penguncian wilayah yang terlalu lama justeru akhirnya berdampak nyata pada aspek sosial ekonomi dan ketahanan negara yang lebih luas.

Pemahaman terhadap karakteristik virus corona sudah semakin terbuka.

Bagaimana tingkat kerentanan virus ini sendiri yang mudah luruh/hancur dengan bahan penghancur lemak semisal detergent, sabun dan alkohol.

Metode transmisinya sudah semakin jelas; baik melalui kontak antar manusia maupun melalui udara.

Mode of exit dan mode entrynya melalui mulut, hidung, dan mata.

Atas pemahaman tersebut maka, adaptasi terhadap pandemi ini sangat diperlukan.

Sebelum vaksin dan obatnya ditemukan, adaptasi yang sesuai dengan pemutusan mata rantai penularan yang sangat diperlukan.

Tingkat survival populasi terletak pada kemampuan adaptifnya, baik adaptasi individual maupun adaptasi pada lingkungan dan aspek sosial yang lebih luas.

Bentuk adaptasi itu sudah dipahami mulai dari intervensi yang paling efektif dalam pengendalian covid-19 adalah:

1. Menjaga jarak dengan konsep kerja teleworking

2..Pengurangan jumlah staf di ruang kerja.

3. Enginering control dengan menciptakan barier antarorang

4. Administrative control dengan pengaturan ulang pekerjaan yang mengurangi kontak antarorang.

5. Protection dengan wajib memakai masker.

Menelisik kembali proses tumbuh covid-19 di Indonesia.

Mencermati grafik pandemiknya yang bertumbuh secara gradual sejak Maret 2020 hingga sekarang sudah sekitar lima bulan.

Sementara konsep kurva pandemik berapa lama waktu menuju puncak begitu pula waktu yang dibutuhkan untuk melandai.

Hal tersebut akan berlangsung relatif lama sebelum ditemukan intervensi yang fit bersifat sistemik pada masing-masing wilayah.

Prinsip dasar rekayasa sosial berbasis kultural dengan pelibatan masyarakat (community engagement) secara penuh dari awal program.

Ini berangkat dari perspectif gelombang kelima public health bahwa begitu banyak aspek tidak bisa diselesaikan dengan intervensi medicine, biologic, dan life style saja tetapi sebaiknya menggunakan perspective health is culture.

Nilai-nilai yang baik dan positif dari aktifitas pengendalian harus dapat dikemas dengan baik untuk direplikasi menjadi gerakan sosial cultural.

Memberikan penghargaan setiap nilai positif dalam pengendalian covid-19 dan menjadikan nilai-nilai positif kesehatan sebagai default dalam beraktifitas. (*)

Makassar, 13 Juli 2020

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved