Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI PAKAR

Menahan Laju Covid-19 Kota Makassar

Isu teranyar untuk Kota Makassar adalah terbentuknya pola kluster baru berbasis keluarga, terutama dari petugas kesehatan.

Tayang:
Editor: Jumadi Mappanganro
FB Ridwan Amiruddin
Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM MKes MSc PH (Ketum PERSAKMI Indonesia) 

Sedangkan untuk tempat tidur seluruh RS yang dapat memberikan layanan pada semua kategori covid-19 masih tersedia denga rasio sekira 1:2.4.

Dari sisi trasmisi terbarukan covid -19 yang melalui udara, tentu hal ini perlu mendapatan perhatian serius.

Karena dengan penularan yang human to human transmission saja daya penularan covid-19 ini sungguh cepat.

Hal itu dapat dilihat dari sifat pandemic yang bersifat super spreader ini, dalam waktu 4-5 bulan sekarang sudah menyerang lebih 200 negara, puluhan juta kasus dan ratusan ribu kematian.

Atas dasar itu perlu meningkatkan kesadaran kolective seluruh warga bangsa.

Bahwa covid-19 ini bukan hanya urusan pemerintah. Karena itu harap berhentilah untuk saling menyalahkan. 

Ada baiknya menata konsep berfikir kita bersama. Memberikan sumbangan pemikiran yang lebih bijaksana dalam pengendalian covid-19.

Dalam pendekatan gelombang kelima public health tentang kesehatan sebagai kultur.

Ada baiknya pelibatan seluruh pendekatan sosiokultar dalam mitigasi covid-19 ini di jalankan secara seksama.

Bahwa sehat atau sakit suatu populasi itu sebenarnya adalah produk dari sebuah kebudayaan.

Tinggi rendanya kasus covid-19 itu juga bukan hanya persoalan dokter dan rumah sakit saja, tapi jauh lebih dalam dari semu itu.

Ini menyangkut akar kultur dari setiap komunitas.

Kultur tentang hidup sehat, menjaga makanan yang bergizi, aktifitas yang cukup, personal hygienes yang berkelanjutan, dan disiplin dalam berprilaku sehat adalah bagian yang penting untuk diberdayakan dalam konteks pengendalian covid-19.

Membangun struktur masyarakat yang tangguh terhadap serangan pandemic seperti covid-19 ini harus menjadi bagian dari proses kultur bangsa ini.

Hal ini disebabkan oleh semakin rentan dan semakin tingginya mobilitas polulasi, eksploitasi alam yang melewati keseimbangan ekologinya.

Akhirnya pandemic yang terjadi cenderung lebih sering, dengan populasi terdampak yang lebih banyak dan wilayah yang lebih luas. (*)

Makassar, 12 Juli 2020

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved