Perspektif Syamril
Leadership Ala 5S
Membukakan pintu mobil dan membawakan tas kerja juga sama pelayan atau anak buahnya. Sebenarnya itu bukan pemimpin sejati tapi bos atau atasan.
Bukan malah merugikan dan mengorbankan rakyatnya.
Biasanya kita temukan ada pemimpin bukan melayani tapi dilayani. Segala kebutuhannya dipenuhi sampai hal kecil juga harus dikerjakan orang lain.
Membukakan pintu mobil dan membawakan tas kerja juga sama pelayan atau anak buahnya.
Sebenarnya itu bukan pemimpin sejati tapi bos atau atasan.
Komponen ketiga dari kepemimpinan efektif yaitu speed atau cepat. Pemimpin harus bergerak cepat apalagi di masa krisis seperti sekarang ini.
Bertindak segera tapi bukan tergesa-gesa. Artinya cepat dan tepat penuh perhitingan. Untuk itu perlu didukung oleh komponen keempat yaitu smart atau cerdas.
Cepat yang tepat perlu kecerdasan memahami masalah, melakukan analisis dan mengambil keputusan untuk dieksekusi dalam program dan kebijakan.
Jika cepat terkait kerja keras maka smart terkait dengan kerja cerdas. Jika dipadukan menjadi kerja tuntas dan antusias.
Agar dapat tuntas dan antusias maka dibutuhkan komponen kelima yaitu solid atau utuh.
• None Ingatkan Masyarakat untuk Ikut Berkontribusi Bantu UMKM Tetap Berdiri
Wujudnya mampu bekerja dalam tim sehingga dapat kerja sama bukan sama-sama kerja. Agar dapat solid dalam satu tim dibutuhkan trust, care dan open communication.
Bangun saling percaya sesama anggota tim. Dorong kepedulian dan ciptakan komunikasi yang terbuka.
Kuncinya harus mau dan mampu mendengar. Bukan hanya mau didengar.
Jika pemimpin di seluruh bidang dan tingkatan di negeri kita tercinta Indonesia dapat menjalankan 5S ini (spiritual, servant, speed, smart dan solid) maka insya Allah permasalahan yang dihadapi negeri ini akan dapat dipecahkan.
Akan terwujud negeri gemah ripah loh jinawi, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Negeri yang sejahtera lahir dan batin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamril-al-bugisyi_2.jpg)