Citizen Analysis
Sejumlah Akademisi Lintas Kampus Beri Saran ke Erick Thohir dan Gagas Pusat Studi BUMN
Menteri ET tidak sekedar melakukan inovasi dan kreatif tapi mulai berani melakukan akrobatik (outofthebox) dalam menata BUMN yang penting memastikan b
Penulis: CitizenReporter | Editor: Jumadi Mappanganro
Laporan: Dr Mursalim Nohong MSi
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin
Melaporkan dari Makassar
Sejumlah akademisi lintas perguruan tinggi terlibat diskusi online yang membahas Tata Kelola BUMN dan Kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir (ET) selama kurang lebih delapan bulan terakhir, kemarin.
Para akademisi itu di antaranya berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), FEB Universitas Airlangga, Universitas Negeri Jember, UNS Solo, Unsyiah, dan Universitas HaluOleo.
Pada diskusi virtual itu, saya berpandangan bahwa program restrukturisasi manajerial BUMN yang dilakukan saat ini merupakan proyek jangka panjang yang tentu tidak bisa selesai dalam satu periode menteri.
Program restrukturisasi manajerial merupakan langkah awal dari sebuah kerangka milestones memperbaiki kondisi internal perusahaan-perusahaan plat merah untuk mewujudkan BUMN yang bernilai bagi pemangku kepentingan.
• 1 Penumpang Garuda Indonesia Positif Virus Corona atau Covid-19, Kondisi 90 Penumpang Lainnya
Saya justru memberi semacam challenge kepada Menteri ET agar restrukturisasi manajerial sekaligus memandatory struktur (direksi dan komisaris) yang terbentuk untuk secara bersama bergerak menuju BUMN pencipta nilai.
Prinsip kerjanya adalah tetap mengedepankan profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran yang dibangun dalam mendorong perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yakni sistem ekonomi yang mengedepankan kerakyatan dan kebangsaan.
Sedangkan akademisi dari Universitas Negeri Jember Dr Hari Sukarno MM menyarankan kalau perlu dalam situsi pandemi Covid19 seperti ini.
Menteri ET tidak sekedar melakukan inovasi dan kreatif tapi mulai berani melakukan akrobatik (outofthebox) dalam menata BUMN yang penting memastikan bahwa tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.
Menteri ET perlu mengedepankan soal kinerja dalam mengganti seorang direksi BUMN.
Jika melihat kinerjanya bagus dan trend-nya naik maka sebaiknya direktur yang bersangkutan dipertahankan.
Sebaliknya, jika muncul tanda-tanda yang mengarah pada kinerja mulai decline maka sebaiknya segera diganti agar BUMN tidak collaps lebih dulu baru diganti.
• Ketum DPP Demokrat Agus Harimurti SBY Ungkap Bahaya RUU HIP yang Diusul DPR, Parpol Siapa Disindir?
Selain itu, rencana untuk merampingkan klaster BUMN dari 27 menjadi 12 klaster tidak serta-merta diartikan sebagai merger ataupun holdingcompany tapi lebih pada orientasi mutualism symbiosis antar-BUMN.
Akademisi dari FEB-UNS Solo Hery Sulstio melihat ada dua hal yang mesti menjadi frame dalam menata BUMN.
Pertama, aspek makro tentang good governance kebijakan pengelolaan BUMN. Kedua, aspek mikro tentang good corporate governance BUMN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/diskusi-online-dosen-lintas-kampus.jpg)