Citizen Analysis
Sejumlah Akademisi Lintas Kampus Beri Saran ke Erick Thohir dan Gagas Pusat Studi BUMN
Menteri ET tidak sekedar melakukan inovasi dan kreatif tapi mulai berani melakukan akrobatik (outofthebox) dalam menata BUMN yang penting memastikan b
Penulis: CitizenReporter | Editor: Jumadi Mappanganro
Oleh karena itu, ketika menyusun peta jalan restrukturisasi, penting bagi Kementerian BUMN untuk melakukan sinkronisasi antara prinsip Good Governance Kebijakan Pengelolaan BUMN dan praktik Good Corporate Governance setiap BUMN.
Sehingga lima tujuan pengelolaan BUMN (pasal 2 UU BUMN) dapat tercapai secara proporsional sesuai dengan karakteristik industri dan perusahaan.
Sementara akademisi dari FEB-Unsyiah Fakhruddin menyarankan restrukturisasi peran BUMN harus mampu menghadirkan negara di dalam kehidupan masyarakat.
Peran negara dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi seperti pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan dapat dilakukan melalui kegiatan usaha BUMN.
• Update Corona Makassar Hari Ini, Star 2711 Kasus Positif Ini Cara Tegas Prof Rudy Pj Wali Kota Baru
Pada saat yang sama, BUMN harus mampu menyeimbangkan peran tersebut dengan kebutuhan menghasilkan keuntungan usaha.
Luthfi Nur Rosyidi, SE,MM, Ph.DCand. dari FEB Unair melihat bahwa pemilihan bidang bisnis yang ditangani oleh BUMN harus mendapatkan perhatian utama.
Lanskap bisnis berubah semakin cepat. Banyak BUMN yang didirikan untuk bergerak dalam satu bidang bisnis yang sekarang sudah tidak relevan lagi.
Bagi semua BUMN, khususnya yang industri nya sudah pada masa sunset, diperlukan CEO visioner yang mampu meredefinisikan bisnisnya dan juga mampu mentransformasikan perusahaan di lanskap baru tersebut.
Selain itu, fakta bahwa 90% kebutuhan alkes dan bahan baku obat didapatkan dari impor adalah hal yang memprihatinkan.
Masa pandemi di Indonesia ini membuktikan dua hal.
Pertama ketergantungan pasokan alkes dan bahan baku obat dari luar negeri membawa resiko besar bagi kemampuan negara untuk menjamin kesehatan warga.
Kedua, selama masa pandemi ketika pasokan dari luar terhenti, ternyata muncul berbagai inovasi dan kreasi untuk mencoba mensubtitusi dan menambal gap antara supply dan demand di bidang kesehatan.
• Banyak Tak Pakai Masker, 100 Pengunjung Jalani Rapid Test di Pantai Seruni Bantaeng
Berbagai inovasi tersebut membuka mata kita bahwa sebenarnya kita mampu memenuhi sendiri kebutuhan di bidang kesehatan.
Peluang ini harus ditangkap oleh BUMN untuk turut serta menjadi leading player dalam mentransformasikan ekonomi Indonesia, sehingga mandiri dalam bidang kesehatan, bahkan dapat turut mensupply kebutuhan dunia.
Syamsul Anam Ilahi, SE,M,Ec.Dev, akademisi dari FEB Universitas HaluOleo, berpandangan, BUMN memikul tiga beban penting sekaligus, memperoleh laba dari aktivitas usahanya, ikut serta memajukan kesejahteraan umum dan yang paling prinsip BU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/diskusi-online-dosen-lintas-kampus.jpg)