OPINI

Paradigma Baru Penatalaksanaan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker terbanyak dan penyebab kematian nomor satu pada wanita di Indonesia.

handover
DR.dr. Muh. Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk 

Oleh: DR.dr. Muh. Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk
Konsultan Bedah Tumor di RSUP dr Wahidin Sudirohudodo dan RS Ibnu Sina. Juga Ketua Komite Medik RS Sandi Karsa Makassar

Kanker payudara merupakan kanker terbanyak dan penyebab kematian nomor satu pada wanita di Indonesia.

Setiap tahun, sekira 39 ribu kasus baru atau 26 kasus dari 100.000 wanita. Sedihnya, sebagian besar wanita yang datang berobat berada pada stadium yang telah lanjut.

Saat ini, perkembangan ilmu kedokteran mengenai kanker payudara sangatlah pesat.

Setiap tahunnya muncul publikasi hasil penelitian terbaru yang memberikan banyak sumbangsih bagi perkembangan penatalaksaan kanker payudara.

Tentu saja penemuan ini menjadikan teori yang dianut 20, 10, atau bahkan 5 tahun lalu menjadi terasa kurang relevan untuk diaplikasikan saat ini.

Berikut perbandingan paradigma penatalaksanaan kanker payudara dahulu dan saat ini.

Bocah Lima Tahun di Enrekang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Dahulu, seorang dokter dicap sebagai manusia setengah dewa oleh masyarakat, di mana dokter memiliki hak prerogatif dalam menentukan pengobatan dan pasien hanya bisa pasrah mengikuti segala arahan dokter.

Tentunya stigma ini sudah tidak relevan pada masa sekarang, sebab dalam menghadapi penderita kanker, seorang dokter diharuskan memberikan pengobatan yang optimal dengan tetap mengakomodir harapan pasiennya.

Semisal pada pasien wanita muda penderita kanker, berharap kelak mampu memiliki keturunan setelah terapi kankernya seperti perempuan normal lainnya.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved