Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Paradigma Baru Penatalaksanaan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker terbanyak dan penyebab kematian nomor satu pada wanita di Indonesia.

Editor: Jumadi Mappanganro
handover
DR.dr. Muh. Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk 

Dahulu, untuk mengetahui dengan pasti suatu benjolan di payudara merupakan kanker atau bukan, pasien harus menjalani operasi dengan pembiusan total.

Namun, prinsip tindakan diagnosis saat ini harus memiliki syarat : cepat dalam pelaksanaannya; murah; dan efek samping sangat minimal.

Oleh sebab itu, Standar Internasional penegakan diagnosis kanker payudara yang dianjurkan saat ini bukan lagi operasi, melainkan biopsi core melalui sayatan kulit yang sangat kecil (<0,5 cm) dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG).

Walaupun sayatannya kecil, namun angka akurasi diagnosisnya sangat tinggi, mencapai 98-100%.

Biopsi core sendiri dilakukan hanya dengan bius lokal, tanpa perlu perlu persiapan khusus seperti sebelumnya, dan setelah tindakan pasien dapat segera pulang.

Dengan tindakan sederhana ini, sepatutnya masyarakat tidak perlu merasa takut dan khawatir lagi untuk segera memeriksakan diri saat terdapat kelainan pada payudara.

Prosedur ini juga terbukti aman berdasarkan banyak penelitian.

Mantapnya De’Jalkots, Bukan Jalangkote Biasa

Kekhawatiran di kalangan awam akan efek samping biopsi, sama sekali tidak terbukti dengan tindakan biopsi core berpanduan USG ini.

Mengapa aspek diagnosis ini menjadi penting?

Saat ini, kita telah memasuki paradigma baru, dimana tidak semuanya penderita kanker payudara harus menjalani operasi terlebih dulu, kemudian dilanjutkan pemberian obat tambahan setelahnya, seperti prosedur pengobatan terdahulu.

Pengobatan kanker payudara saat ini bila diibaratkan tukang jahit. Kaidahnya adalah butik, bukan konveksi.

Jadi penanganan kanker payudara berbeda pada tiap penderita, bergantung pada: sifat kanker; stadium kanker saat ditemukan serta harapan pasien terhadap kualitas hidupnya pascaterapi.

Karena itu, pada beberapa kasus kanker payudara, bisa jadi pemberian obat sistemik terlebih dulu sebelum operasi memiliki keberhasilan yang jauh lebih baik.

Pertimbangan seorang dokter dalam memilih jenis terapi mengikuti protokol internasional yang berlandaskan hasil-hasil penelitian skala besar sebelumnya.

Semua ini bertujuan agar angka harapan hidup pasien kanker payudara dapat terus meningkat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved