OPINI
Masih Negerikukah Indonesia?
Ditulis Abdul Gafar, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin Makassar
Pemberontakan Komunis muncul tahun 1948 kemudian bergolak lagi tahun 1965. PKI berhasil ditumpas oleh TNI bersama rakyat yang antikomunis.
Belum lagi kelompok separatis daerah yang tumbuh di berbagai wilayah hingga saat ini masih menggeliat terus.
Namun pemerintah cukup arief dan bijaksana menyebut mereka ini ‘hanya’ sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sehingga penumpasannya bersifat setengah-setengah.
Periode kenegaraan kita berproses terus setelah penumpasan PKI, dimulailah zaman Orde Baru yakni 1966. Banyak kisah yang dapat terungkap dari perjalanan bangsa selama Orde Baru.
Namun itu harus berakhir dengan Masa Reformasi 1998. Reformasi telah berjalan 22 tahun. Adakah yang berubah dari sikap dan perilaku penguasa terhadap rakyatnya?
• 17 Tenaga Medis Takalar Terpapar Covid-19
Sejarah tetap setia mencatatnya. Negara ini telah mengikrarkan bahwa tujuan nasional adalah: Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan keadilan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
Tugas besar negara yang perlu terus diingatkan bahwa sudah sejauh mana capaian tersebut dapat terealisasikan dengan baik. Apakah kita sebagai rakyat sudah merasa terlindungi oleh negara?
Terkadang aparat berlaku ‘semaunya’ ketika ada masyarakat yang berurusan dengannya. Arogansi kekuasaan dipamerkan dengan vulgar.
Masihkah Indonesia ini tanah airku? Siapakah bangsaku? Adakah kedaulatan negaraku? Masih banyak pertanyaan kritis dan pesimis melihat situasi saat ini.
Ada seorang teman menggubah lagu Indonesia Raya menurut versinya. “Indonesia tanah airmu. Tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri jadi babu bangsaku”.
Miris dan ironis gubahan lagu ini. Boleh jadi, ia tidak sedang bercanda, tetapi menggambarkan realitas yang terasakan dan terlihat di matanya.
• Ronaldo Melempem, Napoli Sukses Kalahkan Juventus di Final Coppa Italia
Negeri ini mengalamai kesejangan dalam hal kesejahteraan. Fakta menyatakan bahwa siapakah orang yang memiliki penguasaan tanah yang terbanyak di negeri ini?
Sebagai bangsa pribumi asli kita semakin lama semakin terpinggirkan ke pelosok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abdul-gafar_20180729_194818.jpg)