OPINI
Masih Negerikukah Indonesia?
Ditulis Abdul Gafar, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin Makassar
Oleh: Abdul Gafar
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
Romantika dan dinamika perjalanan satu bangsa berbeda-beda dalam pertumbuhan serta perkembangannya. Ada negara atau bangsa yang memeroleh jati dirinya dengan begitu mudahnya.
Ada pula yang harus berjuang keras hingga mengorbankan jiwa dan harta demi tegaknya kata Negara Merdeka.
Negeri ini – Indonesia – sebelum tumbuh dan beraktivitas sebagai sebuah negara melalui jalan panjang yang berliku dan terjal.
Dimulai dari zaman kerajaan. Kerajaan-kerajaan itu adalah Sriwijaya, Kediri, Singosari, Majapahit, Pajajaran, Demak, Mataram.
Kemudian masuk penjajahan Belanda hingga diakhiri oleh Jepang sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya 1945.
• VIDEO: Tribun Timur-PMI Makassar Salurkan Bantuan BBM Gratis untuk Petepete dan Bentor
Gerakan-gerakan rakyat sebelum terbentuknya NKRI dikenal adanya Gerakan Boedi Oetomo 1908. Ini merupakan momentum sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Kemudian dilakukan Gerakan Soempah Pemoeda tahun 1928.
Para pemuda dari berbagai suku berikrar adanya satu tumpah darah, Tanah Air Indonesia. Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia, dan Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Sebagai negara kesatuan yang memiliki luas wilayah sekitar 7 jutaan km persegi yang terdiri atas wilayah lautan sekitar 5 jutaan km persegi dan luas daratan hanya sekitar 2 jutaan km persegi.
Kenyataan ini merupakan kekayaan yang berpotensi dilirik pihak asing untuk dikuasai. Tebaran pulaunya berkisar 17 ribuan yang dipisahkan oleh lautan merupakan peluang besar untuk diterobos negara lain.
Belum lagi kekayaan sumber daya alam yang tidak terhingga jumlahnya dengan aneka ragam bahan berharga yang tertimbun dalam bumi dan di atas permukaan tanah.
Indonesia memang empuk untuk ‘dicabik’-cabik’ jika kita tidak mampu melindunginya.
• Bandingkan Performa Messi dan Ronaldo Setelah 3 Bulan Lebih Masa Lockdown
Perjalanan panjang meronai negeri ini. Ada masa-masa suka dan duka ketika 1908, lalu komitmen Pemuda 1928.
Kemudian mencapai kemedekaan dengan perjuangan seluruh rakyat Indonesia hingga menyatakan merdeka 1945. Semenjak 1945 hingga tahun-tahun berikutnya yang diisi pemberontakan dalam negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abdul-gafar_20180729_194818.jpg)