Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

New Normal dan Urgensi Vaksin Covid-19

Sejak bulan Juni 2020, beberapa negara didunia telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah.

Editor: Sudirman
Tribun/Nur Fajriani
Dr Taruna Ikrar 

Oleh: TARUNA IKRAR

(Dokter Ahli Farmakologi, Professor dan Anggota American College of Clinical Pharmacology, Amerika Serikat)

Corona Virus Diseases (COVID-19) mewabah secara global dan mewabah secara pandemic. Bahkan telah menginfeksi jutaan penduduk dunia, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi hingga ratusan ribu pasien. Wabah ini bisa menjadi ancaman bukan saja Kesehatan tetapi ancaman resesi ekonomi dan sosial.

Sejak bulan Juni 2020, beberapa negara didunia telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah.

Dalam istilah yang dipopulerkan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) disebut NNL (New Normal Life), dalam artian bahwa masyarakat dibeberapa wilayah setelah mengalami penurunan jumlah kasus, untuk melakukan pelonggaran danmasyarakat sudah dizinkan beraktivitas diluar rumah, tetapi tetap mengikuti protocol Kesehatan secara ketat.

Protokol tersebut berupa: Masyarakat tetap diharuskan untuk Menjaga Jarak (Social Distancing), Memakai Masker bila keluar rumah, Mencegah Kerumunan Orang banyak, dan tetap menjaga kebersihan tubuh dengan senantiasa mencuci tangan.

Selanjutnya, setelah ditemukan Urutan genetik SARS-CoV-2, coronavirus yang menyebabkan COVID-19, telah ditemukan danmerangsang perusahaan farmasi global yang kuat untuk mengembangkan vaksin melawan penyakit tersebut.

Skala dampak kemanusiaan dan ekonomi dari pandemi COVID-19 yang luar biasa, mendorong evaluasi teknologi vaksin generasi berikutnya melalui paradigma baru untuk mempercepat pengembangan, dan kandidat vaksin COVID-19 pertama memasuki pengujian klinis pada manusia dengan cepat.

Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi bekerja sama dengan otoritas kesehatan global dalam pengembang vaksin untuk mendukung pengobatan vaksin terhadap COVID-19.

Dasar pengembangan itu meliputi program pengembangan vaksin yang dilaporkan melalui daftar resmi dan terus diperbarui WHO. Berdasarkan hal tersebut memberikan wawasan tentang karakteristik utama dari vaksin COVID-19.

Sejauh ini dalam pengembangan Vaksin COVID-19 global mencakup 115 kandidat vaksin, Ada 78 di antaranya dikonfirmasi sebagai aktif dan 37 tidak dikonfirmasi. Dari 78 proyek aktif yang dikonfirmasi, 73 saat ini berada pada tahap eksplorasi atau praklinis.

Kandidat vaksin yang paling canggih sudah masuk dalam uji klinis, yaitu: mRNA-1273 dari Moderna, Ad5-nCoV dari CanSino Biologicals, INO-4800 dari Inovio, LV-SMENP-DC dan aAPC khusus patogen dari Shenzhen Geno-Immune Medical Institute.

Sejumlah pengembang vaksin lain telah mengindikasikan rencana untuk memulai pengujian manusia pada tahun 2020 ini.

Keragaman platform teknologi dan fitur mencolok dari lanskap pengembangan vaksin untuk COVID-19 adalah berbagai platform teknologi yang dievaluasi, termasuk berdasarkan asam nukleat (DNA dan RNA), partikel seperti virus, peptida, vektor virus (replikasi dan non-replikasi), protein rekombinan, virus yang dilemahkan dan pendekatan virus yang tidak aktif.

Banyak dari platform ini saat ini tidak menjadi dasar untuk vaksin berlisensi, tetapi pengalaman di bidang-bidang seperti onkologi mendorong pengembang untuk mengeksploitasi peluang yang ditawarkan dengan pendekatan generasi tercanggih untuk meningkatkan kecepatan pengembangan dan pembuatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved