25 Daerah di Indonesia Sudah Siap, Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang New Normal
Wiku mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal seperti biasanya.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. . Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoharjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala
25. Kabupaten Buol
5. Tuai Kritikan
Penerapan new normal di Indonesia ini ternyata dianggap terlalu dini oleh beberapa pihak.
Salah satu yang mengkritiknya adalah politisi Gerindra, Fadli Zon.
Politisi Gerindra, Fadli Zon memberikan kritikan pedas terhadap kebijakan pemerintah soal new normal.
Lewat Twitternya, @fadlizon, pada Selasa (26/5/2020), Fadli Zon menganggap sikap pemerintah masih tidak konsisten.
Kebijkan new normal diyakininya akan berubah menjadi new disaster atau bencana baru.
Sebab menurutnya, tidak hanya sebatas penyebaran virus corona yang tidak dapat terbendung, new normal yang tidak disertai dengan kedisiplinan katanya akan memudarkan kepercayaan publik terhadap Indonesia.
Imbasnya, warga Indonesia yang hendak bepergian keluar negeri atau sebaliknya, termasuk investasi menurutnya akan mendapatkan penolakan.
"Kebijakan mencla mencle n penanganan Covid-19 penuh inkonsistensi, bisa menjadi 'new disaster' (bencana baru) bukan 'new normal'," tulis Fadli Zon.
"Tak hanya soal kasus penyebarannya, tp kepercayaan dunia thd kita makin pudar. Bisa jd kita tak bisa masuk ke byk negara. Mudah2an prediksi sy salah," tambahnya.
Tak hanya politisi, dokter Tirta yang dikenal aktif dalam penanganan Covid-19 turut angkat bicara.
Menurut dr Tirta, new normal masih terlalu dini untuk dilakukan.
Hal itu diungkapkan dr Tirta melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (26/5/2020).
Dilansir dari TribunWow, dr Tirta menilai, untuk menghindari penyebaran virus corona makin luas adalah pembatasan mobilisasi masyarakat.
"Kalau saya bilang sih masih jauh, ya masih jauh kalau saya bilang," kritiknya.
Pasalnya, puncak Covid-19 di Indonesia juga belum diketahui kapan.
Dokter yang juga pengusaha ini khawatir bahwa jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah di mana negara lain sudah mulai menurun.
"Ini aja puncak sekarang kita Juni katanya 'The new normal', ini aja puncaknya saja enggak tahu loh kapan ini."
"Meroket ini, ketika negara lain turun kita satu-satunya meroket bos," ungkapnya.(*)
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta-fakta New Normal, Mulai dari Pengertian dan Rencana Penerapan di 25 Daerah, Ada Surabaya