Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

25 Daerah di Indonesia Sudah Siap, Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang New Normal

Wiku mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal seperti biasanya.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Biro Pers Sekretariat Presiden
Pemerintah Indonesia siap menerapkan The New Normal di tengah pandemi Covid-19 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- New Normal merupakan istilah baru yang hingga saat ini masih terus diperbincangkan.

Istilah The New Normal ini muncul saat pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, sejak kemunculan virus corona publik dihadapkan dengan berbagai istilah baru.

Salah satunya New Normal ini, bahkan beberapa kali menjadi trending topik sosial media.

Dilansir dari Surya.co.id, seperti diketahui, semenjak merebaknya Covid-19 di penjuru dunia, termasuk Indonesia, aktifitas masyarakat sangat dibatasi.

Mulai dari lebih banyak berktifitas di rumah hingga mengenakan protokol kesehatan ketika berada di ruang publik.

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada keadaan ekonomi negara-negara terdampak, tak terkecuali Indonesia.

Maka dari itu, kehidupan new normal disebut sebagai bagian dari exit strategy di tengah pandemi Covid-19.

Lalu apa sebenarnya istilah new normal yang tengah ramai diperbincangkan?

Serta bagaimana penerapannya di Indonesia?

Berikut ulasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Apa Itu new normal? Presiden Jokowi Sebut Hidup Berdamai dengan Covid-19".

1. Apa Itu new normal?

Terkait pengertian new normal pernah disampaikan oleh Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita.

Wiku mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal seperti biasanya.

Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

2. Prinsip Utama new normal

Prinsip utama dari new normal, menurut Wiku, adalah menyesuaikan dengan pola hidup di tengah pandemi.

Protokol kesehatan menjadi aturan yang disebutkan dalam implementasi new normal, yakni dengan menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Wiku mengatakan masyarakat akan menjalani kehidupan new normal hingga ditemukan vaksin, yang dapat digunakan untuk menangkal virus corona.

"Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai ditemukan vaksin untuk Covid-19," jelas dia.

Vaksin corona diyakini oleh para ahli dan pakar kesehatan dunia, akan tersedia pada tahun 2021 mendatang.

Artinya, new normal yang harus dijalani oleh masyarakat harus dilakukan paling tidak hingga tahun depan, bahkan kemungkinan lebih.

3. Penerapan new normal di Indonesia

Penerapan new normal di Indonesia Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan new normal life adalah bagian dari strategi yang diterapkan sebelum vaksin atau obat untuk virus corona ditemukan.

"Pembatasan jumlah kerumunan, batasan jarak, keharusan memakai masker di mana pun, dan bisa dilakukan skrining suhu di setiap kantor atau mal atau sekolah," kata dia dikutip dari sumber yang sama.

Dicky menyebutkan perjalanan dinas atau pribadi harus dibatasi hanya pada keadaan yang benar-benar penting.

Anak-anak yang sakit batuk atau flu dilarang ke sekolah, atau pegawai kantor yang flu juga dilarang masuk kantor.

"Di transportasi publik, diatur jumlah penumpang per kendaraan (bus atau busway) atau gerbong kereta api juga wajib diatur," papar Dicky.

Pemerintah, kata Dicky, perlu mengedukasi dan memberlakukan aturan new normal life pada semua sendi kehidupan masyarakat selama vaksin corona belum ditemukan.

4. 25 Daerah Bersiap terapkan new normal

Update Terbaru Presiden Joko Widodo mengerahkan aparat TNI dan Polri untuk mendisplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan dalam PSBB di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota sehingga dapat menekan kurva penyebaran virus corona.

Hal ini dilakukan sebagai persiapan menuju new normal atau tatanan kehidupan baru.

"Hari ini telah dimulai TNI/Polri polri menggelar pasukan dan aparat di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota," kata Jokowi, saat meninjau persiapan new normal, di Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020).

Jokowi ingin masyarakat bisa beraktivitas secara produktif, namun terhindar dari Covid-19.

Ia merinci empat provinsi yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo.

Sementara, daftar 25 kabupaten/kota yang dimaksud berdasarkan data dari biro pers sekretariat presiden adalah sebagai berikut dilansir dari Tribunbanten.com "Ini 25 Daerah yang Akan Terapkan New Normal, Termasuk Tangerang Raya".

Editor: Abdul Qodir

1. Kota Pekanbaru

2. Kota Dumai

3. Kabupaten Kampar

4. Kabupaten Pelalawan

5. Kabupaten Siak

6. Kabupaten Bengkalis

7. Kota Palembang

8. Kota Prabumulih

9. Kota Tangerang

10. Kota Tangerang Selatan

11. Kabupaten Tangerang

12. . Kota Tegal

13. Kota Surabaya

14. Kota Malang

15. Kota Batu

16. Kabupaten Sidoharjo

17. Kabupaten Gresik

18. Kabupaten Malang

19. Kota Palangkaraya

20. Kota Tarakan

21. Kota Banjarmasin

22. Kota Banjar Baru

23. Kabupaten Banjar

24. Kabupaten Barito Kuala

25. Kabupaten Buol

5. Tuai Kritikan

Penerapan new normal di Indonesia ini ternyata dianggap terlalu dini oleh beberapa pihak.

Salah satu yang mengkritiknya adalah politisi Gerindra, Fadli Zon.

Politisi Gerindra, Fadli Zon memberikan kritikan pedas terhadap kebijakan pemerintah soal new normal.

Lewat Twitternya, @fadlizon, pada Selasa (26/5/2020), Fadli Zon menganggap sikap pemerintah masih tidak konsisten.

Kebijkan new normal diyakininya akan berubah menjadi new disaster atau bencana baru.

Sebab menurutnya, tidak hanya sebatas penyebaran virus corona yang tidak dapat terbendung, new normal yang tidak disertai dengan kedisiplinan katanya akan memudarkan kepercayaan publik terhadap Indonesia.

Imbasnya, warga Indonesia yang hendak bepergian keluar negeri atau sebaliknya, termasuk investasi menurutnya akan mendapatkan penolakan.

"Kebijakan mencla mencle n penanganan Covid-19 penuh inkonsistensi, bisa menjadi 'new disaster' (bencana baru) bukan 'new normal'," tulis Fadli Zon.

"Tak hanya soal kasus penyebarannya, tp kepercayaan dunia thd kita makin pudar. Bisa jd kita tak bisa masuk ke byk negara. Mudah2an prediksi sy salah," tambahnya.

Tak hanya politisi, dokter Tirta yang dikenal aktif dalam penanganan Covid-19 turut angkat bicara.

Menurut dr Tirta, new normal masih terlalu dini untuk dilakukan.

Hal itu diungkapkan dr Tirta melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (26/5/2020).

Dilansir dari TribunWow, dr Tirta menilai, untuk menghindari penyebaran virus corona makin luas adalah pembatasan mobilisasi masyarakat.

"Kalau saya bilang sih masih jauh, ya masih jauh kalau saya bilang," kritiknya.

Pasalnya, puncak Covid-19 di Indonesia juga belum diketahui kapan.

Dokter yang juga pengusaha ini khawatir bahwa jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah di mana negara lain sudah mulai menurun.

"Ini aja puncak sekarang kita Juni katanya 'The new normal', ini aja puncaknya saja enggak tahu loh kapan ini."

"Meroket ini, ketika negara lain turun kita satu-satunya meroket bos," ungkapnya.(*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Fakta-fakta New Normal, Mulai dari Pengertian dan Rencana Penerapan di 25 Daerah, Ada Surabaya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved