Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI: Pendidikan 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19

OPINI: Pendidikan 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19, Oleh: Mukhlisin (Pemerhati Pendidikan), Dosen Politeknik Bosowa

Tayang:
Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi Mukhlisin
Mukhlisin, Dosen Politeknik Bosowa 

Selanjutnya pendidikan 2.0 dimulai ketika telah ditemukannya mesin pencetak.

Dengan penemuan mesin cetak, penyebaran pengetahuan tidak lagi tergantung pada individu perorangan tetapi dapat dilakukan kepada masyarakat melalui buku cetak.

Jika pendidikan 2.0 ditandai dengan penggunaan buku cetak, maka pendidikan 3.0 ditandai dengan munculnya internet dan IT yang menyediakan berbagai platform pembelajaran.

Pada era 3.0 juga peran guru sudah mengalami perubahan yakni dari seorang instruktur menjadi fasilitator hal ini disebabkan karena guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar.

Selanjutnya transisi perubahan pendidikan 3.0 ke pendidikan 4.0 berlangsung sangat cepat. Hal ini ditunjang oleh perkembangan teknologi IT, sosial media, dan perangkat yang canggih.

Pendidikan 4.0 lebih dari sekedar pendekatan heutagogical, connectivist untuk mengajar dan belajar.

Para insan pendidikan menciptakan suatu entitas yang unik dan memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan individu pendidik dan bahkan kemasyarakatan.

Pendidikan 4.0 mengakui bahwa setiap pendidik dan perjalanan siswa adalah unik, personal, dan ditentukan sendiri.

Pendidikan 4.0 juga menghantarkan proses pembelajaran terdigitalisasi.

Sistem pembelajaran juga semakin dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi tersebut.

Siswa dipandang tidak perlu lagi membawa buku dalam jumlah besar dan tebal, cukup dengan penggunaan mesin pencari seperti Google dan ensiklopedia online maka informasi apapun mudah untuk diraih.

Menurut Gerstain (2014) salah satu prinsip pendidikan 4.0 adalah menggunakan referensi belajar dan teknologi untuk memutuskan bagaimana mereka akan belajar.

Memasuki awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama corona atau yang lebih dikenal dengan istilah covid-19.

Virus ini pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Tingkok, China.

Virus tersebut memiliki tingkat penularan hingga badan kesehatan dunia menetapkan bahwa virus ini adalah pandemi global.

Ratusan ribu orang telah tertular dan akan kematian akibat virus ini juga semakin mengalami peningkatan. Berbagai langkah telah dicoba untuk diterapkan untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut termasuk di Indonesia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved