OPINI
OPINI: Pendidikan 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19
OPINI: Pendidikan 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19, Oleh: Mukhlisin (Pemerhati Pendidikan), Dosen Politeknik Bosowa
OPINI: Pendidikan 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19
Oleh: Mukhlisin (Pemerhati Pendidikan), Dosen Politeknik Bosowa
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menggariskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan telah dikenal semenjak zaman kuno hingga abad pertengahan. Pada mulanya pendidikan dilakukan atas dasar individu ke individu, hingga pendidikan dibatasi oleh kuantitas dan informal.
Pendidikan kuno dan abad pertengahan mencakup pendidikan pribadi yang hanya terbatas pada beberapa siswa. Kemudian secara bertahap berkembang menjadi sekolah formal di abad kemudian.
Di Indonesia sendiri pendidikan dalam sejarah dimulai sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda dengan pembagian periode di zaman itu yaitu terjadi di abad ke 17 dan ke 18.
Periode itu terkenal dengan sebutan “Periode VOC”, dimana pendidikan hanya berlaku untuk kaum bangsawan saja.
Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan Hindia-Belanda pada abad ke-19. Perkembangan pendidikan di periode itu mengalami sedikit peningkatan.
Sejak pemerintahan dipegang oleh Daendels pada 1808, para kepala pemerintahan di Jawa diperintahkan untuk mengorganisir pendidikan kaum pribumi.
Akan tetapi, kebijakan tersebut sekedar berfungsi untuk mencetak pekerja rendahan yang terdidik guna mendukung birokrasi pemerintahan pada saat itu. Hingga periode ketiga dikenal sebagai periode Politik Etis (Etische Politiek) pada awal abad ke 20.
Periode ini disebut juga dengan Politik Balas Budi dan masih memiliki misi yang sama, penyelenggaraan pendidikan pada rakyat Indonesia bertujuan untuk mencetak pegawai yang terampil dan terdidik dengan gaji yang minim.
Dalam perkembangannya pula dunia pendidikan mengalami transformasi.
Dalam era pendidikan modern dikenal istilah revolusi pendidikan. Revolusi pendidikan saat ini telah memasuki era keempat yang selanjutnya lebih dikenal dengan istilah Pendidikan 4.0.
Revolusi pendidikan yang pertama atau pendidikan 1.0 sangat diwarnai aliran esensialisme. Pendidikan di era ini didasarkan pada konsep 3R yaitu receiving (menerima) , responding (mencatat, mengkaji), dan regurtitating (memuntahkan) atau memberi umpan balik. P
roses pendidikan pada era 1.0 terjadi dipandang satu arah dimana guru adalah satu-satunya sumber belajar dan siswa hanya memperoleh pengetahuan dari guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mukhlisin-dosen-politeknik-bosowa-2742020.jpg)