Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Viral di Whatsapp Cek Jantung dengan Masukkan Jari ke Es Batu, Benar atau Hoax? Simak Kata Dokter

Viral di Whatsapp Cek Jantung dengan Masukkan Jari ke Es Batu, Benar atau Hoax? Simak Kata Dokter

Editor: Ina Maharani
int
Viral di Whatsapp Cek Jantung dengan Masukkan Jari ke Es Batu, Benar atau Hoax? Simak Kata Dokter 

Daripada menggunakan cara itu, Ivan lebih menyarankan untuk sadar akan faktor risiko akan penyakit jantung.

Sebagai contoh, untuk penyakit jantung koroner, faktor risiko meliputi usia di atas 40 tahun, memiliki penyakit diabetes melitus atau hipertensi, obesitas, meminum alkohol dan merokok.

Sementara itu, gejala dari penyakit jantung antara lain nyeri pada dada atau rasa berdebar-debar.

Di samping mengetahui faktor risiko, cara termudah untuk mengecek kesehatan jantung adalah dengan memeriksa nadi sendiri.

Pada saat ini, sudah ada berbagai bantuan alat seperti pada ponsel atau pada jam pintar yang dapat mempermudah pemeriksaan denyut nadi.

Untuk diketahui, denyut nadi normal mencapai 60-100 kali per menit. Bila denyut nadi Anda berada di luar batas normal, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Olahraga dan Sakit Jantung

Menurut dr Antonia Lukito SpJP semakin banyak laki-laki muda usia terkena serangan jantung, terbanyak disebabkan gaya hidup.

Zaman sekarang terlalu banyak duduk memegang gadget untuk urusan pekerjaan atau kepentingan lain.

Selain gaya hidup, juga adanya faktor risiko dan keturunan.

Adapun faktor risiko serangan jantung diantaranya karena adanya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, ngorok dan kurang olahraga.

Selain itu memiliki gangguan irama jantung, gangguan katup jantung yang tidak disadari.

"Ketika laki-laki berusia 35 tahun harus mulai check up kesehatan jantung, walaupun merasa sehat-sehat saja," saran dokter dari RS Siloam Karawaci ini.

Pasalnya seringakali adanya gangguan irama jantung serta katup jantung tidak disadari kalau tidak dilakukan pemeriksaan. Tahu-tahu terkena serangan dan langsung kolaps.

Mengenai orang yang rajin olahraga namun tetap terkena serangan jantung menurut dokter Antonia seringkali karena yang bersangkutan tidak melakukan checkup dan melakukan olahraga yang berlebihan dan tidak konsisten.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved