Penghuni Panti Jompo di Gowa Tewas

Membunuh di Usia 63 Tahun, Warga Panti Werdha Gau Ma Baji Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Ismail Arsyad ditangkap polisi karena menganiaya teman kamarnya hingga meninggal dunia, Toa Tho alias Sangkala (75).

Membunuh di Usia 63 Tahun, Warga Panti Werdha Gau Ma Baji Gowa Dijerat Pasal Berlapis
ari maryadi/tribungowa.com
Ismail Arsyad (63) pelaku penganiaya kakek lansia di panti jompo dihadirkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa menerapkan persangkaan berlapis terhadap Ismail Arsyad (63), penganiaya kakek panti jompo di Kabupaten Gowa.

Polisi menerapkan pasal berlapis. Pertama Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider 351 (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Ismail Arsyad kini ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ismail Arsyad ditangkap polisi karena menganiaya teman kamarnya hingga meninggal dunia, Toa Tho alias Sangkala (75).

Ismail Arsyad ditangkap oleh personel Satreskrim Polres Gowa pada Kamis (23/1/2020) sore kemarin. Selanjutnya, ia langsung digiring ke Mapolres Gowa.

Tersangka harus diperiksa dengan kursi roda karena sudah lanjut usia. Pemeriksaan juga mendapat pendampingan pegawai BRSLU Gau Mabaji.

Polres Gowa juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebab BRSLU Gau Mabaji Syam Wuryani berada di bawah naungan kemensos.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak Kemensos," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir.

Sebelumnya diberitakan, seorang penghuni Panti Werdha Gau Ma Baji dilaporkan tewas. Korban bernama Toa Tho Als Sangkala (75).

Korban dilaporkan tewas pada pukul 21:11 Wita, Rabu (22/1/2020) semalam. Namun kabar kematian itu baru diterima polisi pada Kamis (23/1/2020) dini hari.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved