Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Perginya Jenderal Iran Pembela Alquds

Selamat jalan Jenderal Besar. Darahmu yang tertumpah akan membunyikan lonceng kematian bagi kepongahan pembunuhmu.

Editor: Jumadi Mappanganro
dok pribadi
Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran Ismail Amin 

Dengan kelihaiannya dalam merancang strategi perang dan berhasil meloloskan diri dalam berbagai upaya pembunuhan dalam dua dekade terakhir, Pentagon menjulukinya, ‘shadow commander’.

Terus, mengapa Sulaemani dibunuh AS? Dennis Etler, seorang analis politik Amerika dalam wawancaranya dengan Press TV menjelaskan bahwa pembunuhan sang Jenderal merupakan langkah putus asa AS setelah gagal dalam semua upaya untuk mengisolasi Iran.

Disebutnya, AS telah gagal berkali-kali dalam mengintimidasi Iran, mulai dari mengisolasi dengan memberlakukan embargo politik dan ekonomi, sampai pada upaya mengacaukan Iran secara internal.

Trump sudah diujung tanduk. Ia sedang berusaha mencari simpatik warga AS ditengah ancaman pemakzulan dirinya. Ia mengira dengan membunuh Jenderal Iran yang banyak menggagalkan misi AS di Timur Tengah ia menjadi disegani dan diakui.

Yang dilakukan Trump justru telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah ke tingkat yang lebih parah.

Ia telah mengambil keputusan fatal dengan memerintahkan membunuh orang berpengaruh kedua di Iran setelah Ayatullah Ali Khamanei.

Para pengamat menganalisa, perang dunia ketiga bisa saja terjadi, jika para pemimpin negara-negara besar tidak hati-hati bertindak.

Satu hal penting lainnya, kematian Mayor Jenderal Qasim Sulaemani atas perintah Trump membuka mata dunia.

Bahwa kebencian dan permusuhan AS terhadap Iran bukan main-main, bukan sandiwara apalagi settingan sebagaimana sering dikampanyekan sebagian orang.

Mungkin di dunia Islam namanya kurang dikenal, karena selain ia bekerja dalam senyap, juga karena kerja-kerja Amerika dan Israel berhasil merusak citra Iran melalui penguasaan media.

Namun bagi rakyat Palestina, Irak, dan Syam, dia adalah ksatria. Dia adalah pembela dan pahlawan mereka.

Kematiannya menggerakkan jutaan rakyat Irak menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad. Gedung Putih segera memerintahkan warga AS untuk keluar dari Irak.

Sebagaimana jabatan yang diberikan Pemimpin Besar Iran padanya, sebagai Komandan Brigade Al Quds, Sulaemani telah menjaga Al Quds seperti menjaga nyawanya.

Petinggi-petinggi HAMAS Palestina setiap mengelu-elukan dan berterimakasih pada Sulaemani, ia berkata, "Berterimakasihlah pada Sayid Ali Khamanei yang telah memberi tugas mulia ini padaku".

Tidak jarang, petinggi HAMAS ke Iran hanya untuk menyampaikan terimakasih langsung pada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamanei.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved