Pengedar Narkoba Diciduk

Berkat Ibu-ibu, Tukang Bengkel di Makassar Ini Bisa Jual 5 Kg Sabu dalam Sebulan

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengungkapkan, sebelum diringkus, tukang bengkel yang menjadi kurir

Berkat Ibu-ibu, Tukang Bengkel di Makassar Ini Bisa Jual 5 Kg Sabu dalam Sebulan
muslimin emba/tribun-timur.com
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika didampingi Paur Humas Kompol Supriady Idrus rilis pengungkapan enam sinidikat pengendar narkoba jenis sabu diringkus Tim Hiu Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eko Irawan (36), diciduk Tim Hiu Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar.

Warga Jl Tamangapa Raya AMD Borong Jambu, Antang, Makassar itu, diringkus dalam pengungkapan enam sindikat pengedar narkoba yang berlansung selama tiga hari, (4-6) Januari 2019.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengungkapkan, sebelum diringkus, tukang bengkel yang menjadi kurir bandar sabu itu, telah mengedarkan lebih kurang 5 kilogram sabu di Kota Makassar.

"Untuk yang kurir bandarnya ini (Eko Irawan) dia sudah mengendarkan kurang lebih lima kilogram sabu. Namun, barang bukti yang kita amankan sisa 30 gram," kata Kompol Diari saat merilis pengungkapan itu, Selasa (7/1/2020) sore.

Diari yang didampingi Paur Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus, melanjutkan, sabu sebanyak lima kilogram itu diedarkan dalam kurun waktu sebulan.

"Itu sudah berjalan sebulan terakhir ini," ujarnya.

Modus operandinya, kata Diari, sabu dari bandar diedarkan Eko sesuai permintaan para pemesan.

"Modusnya, bandarnya kontrol sendiri, satu orang, ada juga kurir kuda yang mengantarkan langsung ke pemesan-pemesannya,"

Dalam pengungkapan itu, Eko dilumpuhkan polisi saat diminta menunjukkan tempat penyimpanan sabunya.

"Waktu kita mengupayakan untuk mengungkap gudang atau tempat penyimpanannya, yang bersangkutan (Eko) melakukan perlawanan dan melarikan diri. Sehingga, dengan terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur," ujarnya.

Pengakuan Eko saat ditanya Diari, ia sering mengedarkan atau mengantarkan sabu ke pengedar di Wilayah Antang, Tamanrea dan Daya.

Sementara untuk bandarnya, lanjut Diari, pihaknya telah mengantongi identitasnya dan sementara melakukan pengejaran.

Eko diringkus setelah lima pengedar lainnya ditangkap lebih dulu.

Kelimanya Hamsinar alias Sinar (43), Firmansyah alias Firman (19), Hasniati alias Hasni (42), Nasrullah alias Ulla (39), Iswan alias Puang (27).

Hamsinar dan Hasniati merupakan ibu rumah tangga yang mengedarkan sabu selama tiga bulan terakhir.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved