Tahun Baru 2020

Hampir Tiap Bulan Nurdin Abdullah ke Luwu Raya, Isyarat Akan Gandeng Wija to Luwu Jadi Calon Wagub?

Cara Gubernur Nurdin Abdullah memperlakukan Luwu Raya menimbulkan spekulasi bahwa dia akan menggandeng Wija To Luwu dalam Pilgub Sulsel 2023

Gubernur Nurdin Abdullah hadiri buka puasa bersama (Bukber) yang diselenggrakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu di Phinisi Room Grand Clarion Hotel, Makassar, Sabtu (2/5/2018). Ramah tamah dan silaturahmi jajaran ini dihadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, anggota Forum Koordinasi Pimpinan daerah serta Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (Ipmil). Hadir pula pejabat teras diantaranya yakni Plt Bupati Luwu, H Amru Saher, Sekda Luwu, Syaiful Alam, Mantan Bupati Luwu Andi Mudzakkar, Ketua KKL Buhari Kahar Mudzakkar dan Ketua PB Ipmil Ittong Sule. 

Sebelum menggelar Safari Ramadhan 1440 H di Kota Palopo, Gubernur Sulawesi Selatan juga menyempatkan berkunjung ke Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.

Pada malam harinya (30/5/2019), Gubernur Nurdin Abdullah melaksanakan Salat Tarawih di Masjid Agung Luwu Palopo didampingi oleh Wali Kota Palopo Judas Amir.

Juni 2019
Sebulan kemudian, giliran tokoh Luwu Raya yang mendatangi Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya, Buhari Kahar Mudzakkar, didampingi 25 pengurus silaturahmi ke Gubernur Nurdin Abdullah di Gubernuran, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (22/6/2019) pagi.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, pukul 08.00 wita-pukul 09.00 wita, Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan beberapa agenda pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulsel di Luwu Raya.

“Kami dengar-dengar Pak Gubernur memberi perhatian besar ke Luwu Raya. Kita mau dengar langsung seperti apa kebijakan beliau ke Luwu Raya, makanya kita datang,” ujar Buhari Kahar Mudzakkar. Wakil Ketua DPW PAN Sulsel itu didampingi, antara lain, politisi senior Sulsel A Madjid Tahir dan M Talib.

Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, NA berhadapan dengan dua tokoh asal Luwu Raya, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan Andi Mudzakkar.

NA menyampaikan, pembangunan infrastruktur, baik jalan, bandara dan pembangunan infrastruktur lainnya di Luwu Raya. Dia menilai, Luwu Raya masih utuh, baik potensi pertanian maupun perkembangan dunia pendidikan.

"Saya yakin dan percaya, Luwu Raya menjadi masa depan untuk Sulawesi Selatan. Luwu Raya masih virgin," kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Malah menurutnya, Ibu Kota Provinsi Sulsel cocoknya di Luwu Raya. "Kalau ada wacana untuk pemindahan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, lebih bagus di Luwu Raya," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan isu paling seksi di Tana Luwu.
Bagi tokoh KKL Raya, pernyataan Gubernur Nurdin Abdullah tersebut sanjungan sekaligus sandungan.

“Saya pikir penyampaian Pak Gubernur ini perlu dicoba. Tidak ada salahnya Palopo diberi kesemptan jadi ibu kota Sulsel. Hanya saja, mudah-mudahan kalimat Pak Gubernur ini bukan bahasa lain darpada tidak setuju provinsi Luwu Raya,” kata Buhari Kahar Mudzakkar.

Juli 2019
Bulan berikut, Gubernur Nurdin Abdullah bersua dengan tokoh Wila to Luwu dalam Halalbihalal di Hotel Clarom Makassar, Jumat (12/7/2019) malam.

Gubernur Nurdin Abdullah dalam sambutannya sangat mengapresiasi semangat dari acara ini, yaitu meningkatkan persatuan segenap Wija To Luwu dalam mendorong akselerasi pembangunan Sulsel yang lebih maju.

Gubernur Nurdin Abdullah berharap, seluruh unsur masyarakat di Luwu Raya, baik pemerintah maupun masyarakat, bersatu untuk bekerja menjadikan Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Perkembangan sebuah daerah, lanjut Gubernur Nurdin Abdullah, kuncinya ada pada pembangunan infrastruktur yang mampu menghubungkan setiap daerah, sehingga pusat ekonomi baru bisa terbentuk, contohnya wilayah Seko.

“Saya memohon dukungan dari seluruh unsur masyarakat Luwu Raya, agar program pembangunan yang sudah kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar. Apabila pembangunan infrastruktur sudah kita laksanakan dengan baik, kesejahteraan masyarakat juga sudah kita tingkatkan, sumber daya manusianya juga baik, saya meyakini Luwu Raya ini akan siap menjawab segala tantangan dan menjadi wilayah kebanggaan Sulsel,” jelas Gubernur Nurdin Abdullah.

Agustus 2019
Dua puluh satu (21) hari kemudian, Gubernur Nurdin Abdullah bersama tokoh Luwu Raya lagi. Kali ini, Gubernur Nurdin Abdullah menghadiri forum lokakarya optimalisasi potensi sumber daya dalam rangka percepatan pembangunan Tana Luwu.

Lokakarya yang digelar Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dilaksanakan di Ballroom Krakatau Hotel Remcy Panakukang, Makassar, Sabtu (3/8/2019). Gubernur Nurdin Abdullah membuka acara ini.

"Saya kira forum ini adalah untuk menyatukan elemen di Tana Luwu dengan cara bersinergi, dalam rangka membangun daerah dengan mengawal percepatan pembangunan di Tana Luwu," kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Menurutnya, masa depan Indonesia ada di timur, dan masa depan Sulsel ada di Tana Luwu atau Luwu Raya.

"Pemerintah Provinsi Sulsel memprioritaskan pembangunan di Luwu Raya seperti jalur dua Rantepao-Bua, Pelabuhan Munte, dan jalan poros Sabbang-Seko serta jalan Komba-Tanrutedong," ujar Gubernur Nurdin Abdullah.

Ketua KKL Raya, Buhari Kahar Mudzakkar, mengungkapkan, sepanjang sejarah, forum lokakarya seperti ini baru pertama kali dilakukan.

"Ini juga hasil dari pemikiran Pak Gubernur. Untuk itu kita harus mendukung program pemprov sesuai harapan beliau untuk fokus pada program percepatan pembangunan di Tana Luwu," kata Buhari Kahar Mudzakkar.

September 2019
Tiga puluh tujuh (37) hari berselang, Gubernur Nurdin Abdullah ke Luwu Raya lagi. Kali ini, Gubernur Nurdin Abdullah menghadiri sekaligus membuka Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Senin (9/9/2019).

"Selain ajang silaturahim, FKN adalah upaya memelihara aset bangsa agar kita dapat memajukan bangsa lebih berbudaya sebab kemajuan bangsa harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal," kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Mewakili pemprov dan para kepala daerah se Tana Luwu, Gubernur Nurdin Abdullah mengajak untuk melestarikan budaya sebagai perekat bangsa.

"Apresiasi bagi seluruh keraton yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mari kita jaga pembangunan yang berkesinambungan sebab Luwu Raya adalah masa depan Sulsel dan Indonesia pada umumnya, dan kita saksikan hari ini FKN menjadi simbol untuk keutuhan NKRI," kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Oktober 2019
Pada bulan ke-10 2019, Gubernur Nurdin Abdullah tetap bersentuhan dengan Luwu Raya, kendati itu dilakukan di Australia.

Pada pekan kedua, Oktober 2019, Gubernur Nurdin Abdullah berkunjug ke Melbourne, Australia.

Di Negeri Kanguru, Gubernur Nurdin Abdullah bertemu dengan warga asal Sulsel, termasuk beberapa dari Luwu Raya.

Di hadapan warga asal Sulsel di Melbourne, Gubernur Nurdin Abdullah menceritakan minimnya infrastruktur di Luwu Raya.

"Ada orang tua di Seko yang menyampaikan ke saya, hanya satu keinginannya sebelum meninggal. Yaitu ingin melihat Kota Masamba," ujar Gubernur Nurdin Abdullah di Melbourne, Kamis (10/10/2019).

Masamba merupakan ibukota Kabupaten Luwu Utara, yang berjarak 120 kilometer dari Kecamatan Seko. Penduduk tersebut, menurut Gubernur Nurdin Abdullah, berharap akses daerahnya itu bisa dibuka dengan pembangunan infrastruktur jalan.

"Penduduk di sana membuat motor yang dimodifikasi untuk dipakai berbelanja ke kota sekali sebulan," jelas Gubernur Nurdin Abdullah

November 2019
Pada November 2019, Gubernur Nurdin Abdullah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Prioritas untuk Tiga Daerah di hadapan Bupati dan Wali Kota wilayah Luwu Raya di Palopo, Kamis (21/11/2019).

Dalam FGD itu, Gubernur Nurdin Abdullah berharap tiga daerah di Luwu Raya bersiap melakukan percepatan proses lelang barang dan jasa Desember 2019 mendatang.

Alasannya, karena beberapa proyek strategis Pemprov Sulsel akan dipusatkan di tanah Luwu ini, salah satunya jalan provinsi.

Di forum ini, Gubernur Nurdin Abdullah menegaskan, kepada seluruh Pemerintah daerah utamanya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di tiga kabupaten kota tersebut, agar segera melakukan persiapan agar bisa melakukan lelang pada awal bulan Desember 2019 ini.

"Hari ini kita hadir ingin memastikan apa saja yang sudah siap untuk dilelang awal Desember ini," kata Prof NA di hadapan seluruh bupati dan wali kota Luwu Raya.

FGD ini merupakan pertama kali dilakukan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten di Sulsel. Apalagi FGD ini dilakukan menjelang akhir tahun, untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved