Tahun Baru 2020
Hampir Tiap Bulan Nurdin Abdullah ke Luwu Raya, Isyarat Akan Gandeng Wija to Luwu Jadi Calon Wagub?
Cara Gubernur Nurdin Abdullah memperlakukan Luwu Raya menimbulkan spekulasi bahwa dia akan menggandeng Wija To Luwu dalam Pilgub Sulsel 2023
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan merayakan Malam Pergantian Tahun 2019 ke 2020 di Seko, Luwu Utara.
Gubernur Nurdin Abdullah bermalam di Palopo, Senin (30/12/2019), selanjutnya ke Sabbang, kemudian ke Seko.
“Pak Gub akan merayakan tahun baru di Seko,” kata Humas Luwu Utara (Lutra), Saras, Senin (30/12/2019) malam.
Gubernur Nurdin Abdullah sudah lama menjadwalkan diri merayakan Tahun Baru 2020 di perbatasan Sulsel-Sulawesi Tengah, itu.
"Insya Allah saya sudah janji ketika Seko sudah tembus, saya tahun baru di sana," ujar NA saat memberikan sambutan di peletakan batu pertama Masjid Nurul Ilmu Unismuh Palopo.
Sepanjang 2019 ini, hampir tiap bulan Gubernur Nurdin Abdullah ke Luwu Raya. Gubernur Nurdin Abdullah bahkan sudah membuka Kantor Perwakilan Pemerintah Provinsi Sulsel di Palopo.
Cara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memperlakukan Luwu Raya itu memunculkan spekulasi bahwa mantan Bupati Bantaeng dua periode itu akan menggandeng Wija to Luwu menjadi calon Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2023.
“Saya yakin, calon wakil Pak Nurdin Abdullah dalam Pilgub Sulsel 2023 nanti dari Luwu Raya. Saya curiga Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang akan jadi calon wakil Nurdin Abdullah nanti,” kata sumber Tribun.
Ada juga yang menyebut Bachrianto Bachtiar, akademisi Unhas yang kini menjadi Wakil Ketua Partai Gerindra Sulsel. Ketua Umum Kerukunan Keluarga Luwu Raya Buhari Kahar Mudzakkar juga disebut-sebut.
Januari 2019
Catatan Tribun, memang hampir tiap bulan Gubernur Nurdin Abdullah berkunjung ke Luwu Raya, semenjak dilantik menjadi Gubernur Sulsel pada 5 September 2018.
Kunjungan perdana Gubernur Nurdin Abdullah di Luwu Raya di tahun 2019 ini adalah ketika menghadiri peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-71, Rabu (23/1/2019) lalu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Nurdin Abdullah dicecar tentang komitmennya menjadikan Luwu Raya sebagai provinsi.
“Tunggu dulu, kalau mau provinsi yang perlu dipersiapkan adalah infrastukturnya dulu. Kalau ini sudah siap, baru kita bicara pemekaran,” kata Gubernur Nurdin Abdullah menjawab pertanyaan tentang pembentukan provinsi Luwu Raya.
Gubernur Nurdin Abdullah berjanji akan memfokuskan pembangunan infrastruktur dan menuntaskan persoalan Luwu Raya. Menurutnya, Luwu Raya merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Sulsel.
“Kami tidak pernah menjanjikan pemekaran. Tetapi saya ingin menuntaskan dan menata baik-baik Luwu Raya sebelum menjadi mandiri atau sebelum menjadi provinsi baru,” kata Gubernur Nurdin Abdullah.