Tahun Baru 2020
Hampir Tiap Bulan Nurdin Abdullah ke Luwu Raya, Isyarat Akan Gandeng Wija to Luwu Jadi Calon Wagub?
Cara Gubernur Nurdin Abdullah memperlakukan Luwu Raya menimbulkan spekulasi bahwa dia akan menggandeng Wija To Luwu dalam Pilgub Sulsel 2023
Sebelum menggelar Safari Ramadhan 1440 H di Kota Palopo, Gubernur Sulawesi Selatan juga menyempatkan berkunjung ke Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.
Pada malam harinya (30/5/2019), Gubernur Nurdin Abdullah melaksanakan Salat Tarawih di Masjid Agung Luwu Palopo didampingi oleh Wali Kota Palopo Judas Amir.
Juni 2019
Sebulan kemudian, giliran tokoh Luwu Raya yang mendatangi Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya, Buhari Kahar Mudzakkar, didampingi 25 pengurus silaturahmi ke Gubernur Nurdin Abdullah di Gubernuran, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (22/6/2019) pagi.
Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, pukul 08.00 wita-pukul 09.00 wita, Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan beberapa agenda pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulsel di Luwu Raya.
“Kami dengar-dengar Pak Gubernur memberi perhatian besar ke Luwu Raya. Kita mau dengar langsung seperti apa kebijakan beliau ke Luwu Raya, makanya kita datang,” ujar Buhari Kahar Mudzakkar. Wakil Ketua DPW PAN Sulsel itu didampingi, antara lain, politisi senior Sulsel A Madjid Tahir dan M Talib.
Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, NA berhadapan dengan dua tokoh asal Luwu Raya, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan Andi Mudzakkar.
NA menyampaikan, pembangunan infrastruktur, baik jalan, bandara dan pembangunan infrastruktur lainnya di Luwu Raya. Dia menilai, Luwu Raya masih utuh, baik potensi pertanian maupun perkembangan dunia pendidikan.
"Saya yakin dan percaya, Luwu Raya menjadi masa depan untuk Sulawesi Selatan. Luwu Raya masih virgin," kata Gubernur Nurdin Abdullah.
Malah menurutnya, Ibu Kota Provinsi Sulsel cocoknya di Luwu Raya. "Kalau ada wacana untuk pemindahan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, lebih bagus di Luwu Raya," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan isu paling seksi di Tana Luwu.
Bagi tokoh KKL Raya, pernyataan Gubernur Nurdin Abdullah tersebut sanjungan sekaligus sandungan.
“Saya pikir penyampaian Pak Gubernur ini perlu dicoba. Tidak ada salahnya Palopo diberi kesemptan jadi ibu kota Sulsel. Hanya saja, mudah-mudahan kalimat Pak Gubernur ini bukan bahasa lain darpada tidak setuju provinsi Luwu Raya,” kata Buhari Kahar Mudzakkar.
Juli 2019
Bulan berikut, Gubernur Nurdin Abdullah bersua dengan tokoh Wila to Luwu dalam Halalbihalal di Hotel Clarom Makassar, Jumat (12/7/2019) malam.
Gubernur Nurdin Abdullah dalam sambutannya sangat mengapresiasi semangat dari acara ini, yaitu meningkatkan persatuan segenap Wija To Luwu dalam mendorong akselerasi pembangunan Sulsel yang lebih maju.
Gubernur Nurdin Abdullah berharap, seluruh unsur masyarakat di Luwu Raya, baik pemerintah maupun masyarakat, bersatu untuk bekerja menjadikan Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.