Tahun Baru 2020

Hampir Tiap Bulan Nurdin Abdullah ke Luwu Raya, Isyarat Akan Gandeng Wija to Luwu Jadi Calon Wagub?

Cara Gubernur Nurdin Abdullah memperlakukan Luwu Raya menimbulkan spekulasi bahwa dia akan menggandeng Wija To Luwu dalam Pilgub Sulsel 2023

Gubernur Nurdin Abdullah hadiri buka puasa bersama (Bukber) yang diselenggrakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu di Phinisi Room Grand Clarion Hotel, Makassar, Sabtu (2/5/2018). Ramah tamah dan silaturahmi jajaran ini dihadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, anggota Forum Koordinasi Pimpinan daerah serta Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (Ipmil). Hadir pula pejabat teras diantaranya yakni Plt Bupati Luwu, H Amru Saher, Sekda Luwu, Syaiful Alam, Mantan Bupati Luwu Andi Mudzakkar, Ketua KKL Buhari Kahar Mudzakkar dan Ketua PB Ipmil Ittong Sule. 

Kunjungan perdana Gubernur Nurdin Abdullah di Luwu Raya di tahun 2019 ini adalah ketika menghadiri peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-751 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-71, Rabu (23/1/2019) lalu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nurdin Abdullah dicecar tentang komitmennya menjadikan Luwu Raya sebagai provinsi.

“Tunggu dulu, kalau mau provinsi yang perlu dipersiapkan adalah infrastukturnya dulu. Kalau ini sudah siap, baru kita bicara pemekaran,” kata Gubernur Nurdin Abdullah menjawab pertanyaan tentang pembentukan provinsi Luwu Raya.

Gubernur Nurdin Abdullah berjanji akan memfokuskan pembangunan infrastruktur dan menuntaskan persoalan Luwu Raya. Menurutnya, Luwu Raya merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Sulsel.

“Kami tidak pernah menjanjikan pemekaran. Tetapi saya ingin menuntaskan dan menata baik-baik Luwu Raya sebelum menjadi mandiri atau sebelum menjadi provinsi baru,” kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Di hadapan tokoh Wija to Luwu, Gubernur Nurdin Abdullah menjelaskan, sejarah mencatat tokoh-tokoh Luwu Raya telah banyak berkomitmen memperjuangkan Negara Republik Indonesia.

“Sungguh tidak elok rasanya, hanya karena momentum politik bangsa kita harus saling menghujat, saling menjelekkan dan mengganggu kebersamaan kita. Seharusnya perbedaan itu menjadi hal yang biasa. Tidak perlu berlebihan menyikapinya,” jelas Gubernur Nurdin Abdullah.

Ia juga mengatakan, daerah Luwu Raya memiliki banyak potensi dan komoditas. Menurutnya, wilayah ini pernah berjaya mengekspor cokelat ke berbagai negara. Menurut dia, masa kejayaaan itu harus di kembalikan.

Belum lagi potensi Nikkel Sorowako, tambah Nurdin, yang juga dimiliki oleh daerah ini.

“Namun perlu menjadi perhatian bahwa daerah ini sesungguhnya daerah agraris. Kita ingin mengembangkan daerah ini tanpa harus menganggu ekosistem alam. Itulah mengapa kita fokus kembangkan sektor pertanian,” jelas Gubernur Nurdin Abdullah.

Halaman
1234
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved