Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

ESAI

Kutulis Keinginan Terbaikmu

Kisah kakek berusia 90 tahun. Masih senantiasa membaca Alquran di masjid sekolah, tempat ia bekerja. Ingin masuk surga tanpa hisab.

Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen Rahim Mayau
Rahim Mayau, Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia 

Oleh: Rahim Mayau
(Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia)

UMURNYA 90 tahun. Pendengarannya mulai berkurang. Bicara dengannya sering salah sambung.

Penglihatannya tidak seawas dulu lagi. Ya... saya masih mendapatinya sepuluh tahun lalu senantiasa membaca Alqur'an di masjid sekolah, tempat ia bekerja.

Ingatannya pun mulai menurun, kadang ia azan sebelum waktunya.

Usia tua dengan segala kekurangannya tidak menghalanginya eksis lima waktu shalat berjama’ah.

Dengan bantuan tongkat yang menopang tubuh ringkihnya, ia tetap bekerja.

VIDEO: Kondisi Wisata Banua Pangka Wotu Luwu Timur Memprihatinkan

Dilaporkan ke Polisi, Pria Ngaku Nabi Terakhir di Tana Toraja Kabur, Kronologi

Ia sudah diberi kesempatan dan bahkan perintah untuk pensiun, tapi ia tegas menjawab, "izinkan saya tetap bekerja."

"Kakek" begitu orang- orang di lingkungan kerjanya dan tetangga memanggilnya.

Ia memang telah uzur. Tapi ia tetap memilih bekerja sebagai isyarat syukur dan ikhtiar kehambaannya.

“Orang mukmin yang kuat ( dalam iman dan tekadnya ) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah
daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang betmanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah serta janganlah bersikap lemah,..." (H.R. Muslim).

Ketegarannya dalam bekerja dan ketekunannya dalam ibadah, menyentak fikir dan nuraniku bertanya pada kesempatan usai jama'ah subuh di sekolah tempat ia mendedikasikan sisa umurnya.

"Kek, apa rahasianya tetap semangat seperti ini? Tanyaku agak membesarkan suara dan menghadap wajahnya agar ia tidak salah tangkap pertanyaanku.

Dengan wajah serius ia menatap ke arahku sembari berkata,"Saya ingin masuk surga tanpa hisab."

Harapan kakek, mirip semangat Ukasyah bin Mihsan radiallahu anhu, setelah mendengar kriteria dan penjelasan Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam tentang tujuh puluh ribu ummatnya yang masuk surga tanpa dihisab dan diazab.

Ukasyah langsung berdiri dan berkata,"Mohonkanlah kepada Allah mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka.”
Beliau menjawab, "Engkau termasuk mereka”. Kemudian berdirilah seorang yang lain dan berkata “Mohonlah kepada Allah, mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka. Beliau menjawab: kamu sudah didahului Ukasyah ." (HR Bukhari dan Muslim)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved