6 Tahun Tak Kebagian BPNT, Nenek di Pangkep Ini Makan Nasi dengan Lauk Mangga
6 Tahun Tak Kebagian BPNT, Nenek di Pangkep Ini Makan Nasi dengan Lauk Mangga
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
Pada berita tahun-tahun sebelumnya, Kepala Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Pangkep baru membagikan bantuan beras miskin (raskin) Jumat (4/12/2015) hari ini.
Padahal 351 karung beras telah diterima oleh kades dari Bulog sejak November 2015 lalu.
Bahkan sebelum dibagikan, raskin tersebut simpan di ruang kerja Kades.
Pembagian raskin tersebut, baru dilakukan jelang hari pencoblosan pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.
Kapolres Pangkep, AKBP Moh Hidayat membenarkan hal tersebut. Beberapa hari lalu, Hidayat mendapatkan laporan, sehingga dia memerintahkan supaya, anggotanya tersebut mengintainya.
"Seharusnya kan, raskin itu sudah habis terbagi tapi kok masih ada. Makanya kami minta supaya ditahan dulu untuk sementara, nanti selesai pilkada baru dibagikan," katanya.
Menurutnya, penyaluran raskin itu sangat rawan dengan kepentingan politik, apalagi jelang Pilkada.
Dari informasi yang diperolehnya, raskin tersebut sengaja disimpan dan akan dibagikan saat minggu tenang.
"Jangan sampai raskin itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Apalagi ini momen rawan terkait praktek- praktek seperti itu.
Jelang pencoblosan Polres Pangkep fokus menantau praktek money politic di masyarakat," katanya.
Kepala Desa Bowong Cindea, Abdullah membantah jika raskin tersebut ditunggangi kepentingan politik.
Ia berdalih, beras tersebut masuk November lalu, namun itu jatah untuk Desember.
Menurutnya, dia sengaja tidak menyalurkan raskin itu pada November, karena menakutkan adanya warga yang komplain pada Desember ini lantaran tidak lagi mendapatkan raskin.
"Sebenarnya, pada November itu, kami bisa saja dobel bantuannya dan diberikan bantuan untuk Desember.
Tapi jangan sampai ada warga yang tidak paham dan menagih kami lagi. Siapa yang direpotkan. Apalagi warga disini masih kurang pemahamannya," katanya.