Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

6 Tahun Tak Kebagian BPNT, Nenek di Pangkep Ini Makan Nasi dengan Lauk Mangga

6 Tahun Tak Kebagian BPNT, Nenek di Pangkep Ini Makan Nasi dengan Lauk Mangga

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Nenek Upo dikunjungi Komunitas Peduli dan Berbagi karena selama enam tahun, Nenek Upo (71) di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel tidak menikmati bantuan Beras Sejahtera (Rastra) atau saat ini Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

6 Tahun Tak Kebagian BPNT, Nenek di Pangkep Ini Makan Nasi dengan Lauk Mangga

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO-- Selama enam tahun, Nenek Upo (71) di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel tidak menikmati bantuan Beras Sejahtera (Rastra) atau saat ini Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Selama itu pulalah dia terus berjuang sendiri, bekerja menjual telur bebek hingga kehidupan sehari-harinya dibantu tetangga di kampungnya, Kampung Bowong Cindea, Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Nenek Upo sebelumnya, sudah pernah menanyakan hal ini ke kepala desa, tetapi katanya pembagian beras Nenek Upo sudah dihapus.

 Ada Apa? Mendagri Jenderal Polisi Tito Karnavian Minta Maaf ke Mantan Jubir Jokowi Johan Budi

 Ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2019, Share di WhatsApp, Facebook, Instagram

 Jadwal Liga Inggris Pekan ke-12: Bigmatch Liverpool vs City, Dua Laga Seru Live di TVRI

"Pernahji nak dulu tanya pak desa, tapi katanya sudah dihapus," ujarnya, Sabtu (9/11/2019).

Jika sudah begitu, Nenek Upo makan seadanya dan kadang tetangga yang memberikannya makanan.

"Tetangga-tetangga saya baik. Alhamdulillah kadang ada yang kasi atau biasa juga makan nasi pake mangga," ungkapnya.

Kepala Desa Bowong Cindea, Abdullah membantah jika dirinya dianggap tidak memperhatikan warganya.

"Dulu itu raskin dapatji, tetapi setelah berubah menjadi rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Nenek Upo tidak lagi terdaftar dalam Data Basis Terpadu (DBT)," jelasnya.

Dia menjelaskan, dirinya sudah mencoba mengakomodir tetapi data itu dari pusat kemuduian ke Dinas Sosial dan dibawa ke lurah/desa untuk diverifikasi faktual.

"Kita sudah coba tetapi masih saja data lama yang dipakai yang sesuai data penerima manfaat yang ada," katanya.

Di Desa Bowong Cindea ada kurang lebih 300 keluarga penerima manfaat untuk mendapatkan BPNT.

"Kami juga di desa sudah usulkan tetapi Dinas sosial belum juga merevisi, karena masih ada sekitar 200 an kepala keluarga yang membutuhkan bantuan," tambahnya.

Saat ini, Nenek Upo membutuhkan uluran tangan dari dermawan. Jika ada yang membantu silahkan hubungi Komunitas Peduli dan Berbagi, Tajuddin +62 853-9604-5678.

Raskin Disimpan Dimana?

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved