DPRD Wajo Pertanyakan Kinerja Kontraktor Jargas, Bekas Galian Membahayakan
Meski belum rampung, ada pekerjaan rumah yang abai dilakukan oleh pihak pengelola pengerjaan jaringan gas rumah tangga atau jargas.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Ansar
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Tambahan 2.000 jaringan gas rumah tangga di Kabupaten Wajo telah diresmikan Bupati Wajo, Amran Mahmud, Kamis (31/10/2019).
Meski belum rampung, ada pekerjaan rumah yang abai dilakukan oleh pihak pengelola pengerjaan jaringan gas rumah tangga atau jargas.
Kontraktor dari pihak KSO Sucofindo Epic semestinya betul-betul mengawasi pengerjaan hingga pascapengerjaan tersebut.
VIDEO: Uji Terap Traktor Berbahan Bakar Gas di Sidrap
Ini Alasan Ibunda Indah Permatasari Tolak Arie Kriting Jadi Menantu Bukan Indah, ini Kayak Setan’
BREAKING NEWS: PSM Keberatan Main di Batakan, PT LIB: Deadlock Kita Serahkan ke PSSI
Terlebih, bekas galian yang berada di bahu jalan di Kecamatan Tempe dan Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
Menurut salah satu anggota DPRD Kabupaten Wajo, Mustafa, ada yang perlu dibenahi dalam proses pekerjaan utamanya pada saat penimbunan kembali.
"Karena banyak bekas titik penimbunan jargas yang menyusut sehingga rawan buat pengguna jalan karena hampir semua titik berada di ruas jalan," katanya.
Menurutnya, proses penimbunan yang cuma menggunakan tanah tersebut dinilai bakalan berdampak ke depannya.
Seperti, apabila musim hujan, dipastikan akan ada penyusutan di bekas galian dan mengakibatkan genangan.
Bila kemarau, tanah bekas gakian tersebut mengering dan menimbulkan debu.
VIDEO: Uji Terap Traktor Berbahan Bakar Gas di Sidrap
Ini Alasan Ibunda Indah Permatasari Tolak Arie Kriting Jadi Menantu Bukan Indah, ini Kayak Setan’
BREAKING NEWS: PSM Keberatan Main di Batakan, PT LIB: Deadlock Kita Serahkan ke PSSI
Semestinya, tambah anggota Fraksi Gerindra tersebut, bekas galian tersebut dipadatkan.
"Untuk bekas galian jargas agar padatkan menggunakan stempers, dan kita mengharap agar penanggung jawab jargas Wajo untuk lebih serius mengawasi program dari Kementerian ESDM ini," katanya.
Sementara, pihak Tim Koordinasi Pembangunan Jargas Wajo 2019 yang berusaha dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan respon.
Terlepas dari buruknya pascapengerjaan jargas tersebut, Mustafa tetap mengapresiasi program Kementerian ESDM tersebut untuk meringankan beban masyarakat di Kabupaten Wajo. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: