Warga dan Walhi Sulsel Somasi BTN Cakra Hidayat di Gowa, Ada Apa?

Somasi terdebut dikakukan karena dinilai pembangunan BTN itu tidak sesuai pada perencanaan lingkungan baik dan sehat.

Warga dan Walhi Sulsel Somasi BTN Cakra Hidayat di Gowa, Ada Apa?
darul/tribun-timur.com
Warga Perumahan Cakra Hidayat Residence dan Walhi Sulsel menggelar konferensi Pers di Warkop AJI. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perumahan BTN Cakra Hidayat Residence, di Desa Taeng, Kecamatan Palangga Gowa disomasi warga dan aktivis Walhi Sulsel.

Somasi terdebut dikakukan karena dinilai pembangunan BTN itu tidak sesuai pada perencanaan lingkungan baik dan sehat.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terkahir jika terjadi hujan. Kurang lebih 354 rumah di BTN tersebut selalu terendam banjir.

Bentrok Mahasiswa Akutansi dan Manajemen UNM, Ini Pemicu Menurut Kapolsek Rappocini

Jackie Lim jadi GM dan Semangat Baru Hotel Karebosi Condotel Makassar

Tak Ingin Legislator Malas Berkantor, Ini Dilakukan Ketua DPRD Gowa

Hal tersebut diungkapkan warga dan para aktivis Walhi Sulsel, saat konferensi pers di Kota Makassar, Senin (21/10/2019) sore.

Konferensi pers ini, digelar di warung kopi (Wakop) Rumah Independen, Jl Toddopuli 7, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Salah satu warga, Kristi Maila (34) menilai tercatat dari tahun 2016 sampai 2019 ada empat kali banjir terjadi di lokasi BTN itu.

"Kami hanya mau menagih janji develpoer, karena awal kami membeli ini katanya di perumahan ini bebas banjir," jelas Kristi.

Bentrok Mahasiswa Akutansi dan Manajemen UNM, Ini Pemicu Menurut Kapolsek Rappocini

Jackie Lim jadi GM dan Semangat Baru Hotel Karebosi Condotel Makassar

Tak Ingin Legislator Malas Berkantor, Ini Dilakukan Ketua DPRD Gowa

Kata Kristi, proses somasi ini adalah salah satu jalan yang ditempuh, usai warga dan Walhi untuk proses hukum selanjutnya.

Sebelumnya itu, warga sudah menempuh jalur persuratan ke pihak developer, serta BTN Syariah. Tetapi tidak ada solusinya.

"Berbagai cara sudah kita dilakukan, dari diskusi sampai aksi protes ke Bank BTN Syariah Makassar, tapi tidak ada," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved