Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua DPRD Sulsel Buka Youth Political Club FMI

Ketua DPRD Sulsel Buka Youth Political Club FMI. Fraksi Muda Indonesia (FMI) menggelar kegiatan Youth Political Club.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO
Peserta Youth Political Club yang dilaksanakan FMI di Hotel Grand Malebu, Makassar saat kegiatan resmi dilaksanakan, Jumat (18/10/2019). 

Ketua DPRD Sulsel Buka Youth Political Club FMI

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Fraksi Muda Indonesia (FMI) menggelar kegiatan Youth Political Club.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Malebu, Makassar, mulai 18 hingga 20 Oktober 2019.

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Ketua Defenitif DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

Baca: Punya Harta Kekayaan Rp 20 M, Cara Walikota Medan Dzulmi Eldin Memalak dan Menghabiskannya

Baca: Ditangkap, Lihat Wajah Penikam Deri Datu Padang Asal Toraja di Wamena Pupua, 2 Jenderal Turun Tangan

Baca: Final Liga Champions 2020 Terancam Batal di Turki. Kerugian bagi Liverpool jika ke Final?

Menurutnya, kegiatan ini sangat positif karena mampu meningkatkan pembelajaran politik bagi mahasiswa dan pemuda yang berpartisipasi.

Sehingga peserta bisa memiliki pemikiran cerdas dalam bidang politik.

"Jadi kami berharap mereka bisa banyak belajar agar kedepan terlahir pemimpin-pemimpin baik skala daerah maupun nasional," imbuh Kartika, Jumat (18/10/2019).

Peserta Youth Political Club yang dilaksanakan FMI di Hotel Grand Malebu, Makassar saat kegiatan resmi dilaksanakan, Jumat (18/10/2019).
Peserta Youth Political Club yang dilaksanakan FMI di Hotel Grand Malebu, Makassar saat kegiatan resmi dilaksanakan, Jumat (18/10/2019). (TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO)

FMI sendiri merupakan organisasi kepemudaan yang condong terhadap pendidikan politik.

Ketua Panitia Youth Political Club, Ardiansyah Mappigau menambahkan ada tujuh dasar sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan.

Diantaranya bertujuan untuk memberi wadah bagi anggota baru yang telah lolos seleksi berjenjang.

Menjadi wadah kolaborasi pemuda dari berbagai daerah untuk membentuk sebuah kelompok edukasi politik melalui soial project yang berbeda-beda.

Kemudian menjadi wadah strategis bagi mitra organisasi kepemudaan serupa.

"Selanjutnya menjadi wadah berkespresi dan berjejaring antar pemuda dari berbagai latar belakang profesi yang  berbeda-beda. Terakhir sebagai bagian dari sosialisasi, publikasi dan kampanye positif perihal pendidikan politik yang berkarakter dan memiliki nilai," paparnya.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved