HSN 2019 di Kabupaten Wajo Dibuka dengan Parade Defile Santri, Berbagai Lomba Digelar
Rangkaian perayaan tersebut pun dibuka dengan parade defile santri se-Kabupaten Wajo, Jumat (18/10/2019) sore.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Ansar
TRIBUN-WAJO.COM, PENRANG - Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Kabupaten Wajo di pusatkan di Pondok Pesantren Daarul Mu'minin Doping, Kabupaten Wajo.
Rangkaian perayaan tersebut pun dibuka dengan parade defile santri se-Kabupaten Wajo, Jumat (18/10/2019) sore.
Sejumlah kegiatan serta lomba kesenian dan olahraga akan digelar hingga Minggu (20/10/2019) mendatang.
Lomba berupa olahraga, lomba barazanji dengan terjemahan bugis, pidato bahasa arab dan bahasa inggris, qasidah dan sejumlah lomba bersifat keagamaan lainnya.
Spesialis Pencuri Uang Celengan Masjid di Parepare Ditangkap
Kelompok Usaha Binaan Bumdes Pitue Diajari Manajemen Keuangan
3 Alasan Ustaz Abdul Somad Mundur Dari PNS UIN
Para peserta, sebagian besar menggunakan sarung dalam parade defile santri.
Menurut Ketua Panitia HSN 2019 tingkat Kabupaten Wajo, Agustan Ranreng, ada 16 pondok pesantren, sejumlahbmajelis ta'lim dan instansi pendidikan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Tujuan dari perayaan HSN tersebut, adalah menjadikan santri dan ulama sebagai garda terdepan mengawal kokohnya kesatuan bangsa Republik Indonesia.
"Ini mengingatkan akan pentingnya mengawal kokohnya Republik Indonesia, harapan para santri dan kiai berada di garda terdapan dalam menjaga hal tersebut," katanya.
HSN 2019 kali ini mengangkat tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia", diharapkan mampu menjadi wadah silaturrahim antara pondok pesantren yang ada di Kabupaten Wajo.
Wakil Bupati Wajo, Amran yang membuka acara tersebut menyampaikan, perayaan HSN 2019 di Kabupaten Wajo mampu menghapus dikotomi dam gengsi antar pondok pesantren.
"Dengan kegiatan ini, kita berharap semoga bisa memberikan ko
Spesialis Pencuri Uang Celengan Masjid di Parepare Ditangkap
Kelompok Usaha Binaan Bumdes Pitue Diajari Manajemen Keuangan
3 Alasan Ustaz Abdul Somad Mundur Dari PNS UIN
ntribusi terhadap daerah kita, mengingat Wajo menjadi salah satu tujuan utama pendidikan agama," katanya.
Menurutnya, pengembangan pondok pesantren di Kabupaten Wajo mesti didukung, sebab Kabupaten Wajo dikenal sebagai Kota Santri.
Selain acara kesenian dan perlombaan olahraga, ada pula pelaksanaan apel akbar yang rencananya akan dilakukan pada saat puncak HSN 2019, yakni 22 Oktober 2019.
Lebih lanjut, pada malam hari sebelum puncak HSN 2019, masih ada rangkaian acara. Seperti zikir dan tablig akbar di Masjid Agung Ummul Qura Sengkang pasca salat magrib.
Tablig akbar tersebut bakalan diisi oleh ceramah Ketua Tanfidziyah NU Provinsi Sulawesi Selatan, AGH Hamzah Haruna Alrasyid. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-bupati-wajo-amran-dan-unsur-forkopimda-wajo-berfoto-bersama.jpg)