Profil Anggota DPRD Makassar
Pimpin DPRD Makassar, Rudianto Lallo Ceritakan Perjuangan saat Kuliah
RL akronim namanya dilantik di ruang paripurna lantai III, gedung DPRD, Jl AP Makassar sekitar pukul 09.30 wita, bersama tiga wakil ketua DPRD Makassa
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) Rudianto Lallo (36) resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar periode 2019-2024, Jumat (18/10/2019).
RL akronim namanya dilantik di ruang paripurna lantai III, gedung DPRD, Jl AP Makassar sekitar pukul 09.30 wita, bersama tiga wakil ketua DPRD Makassar.
Mereka, Adi Rasyid Ali (Demokrat), Andi Suhada Sappaile (PDIP), dan Andi Nurhaldin Nurdin Halid (Golkar).
FOTO: Kampung Berseri Astra Giatkan Warga Aktif dengan Aneka Kegiatan Positif
VIRAL Polwan Cantik Pergoki Tunangan Jalan dengan Cewek Lain, Perlakuan ke Selingkuhan Tak Biasa
10 Potret Juria Hartmans Cewek yang Dekat Gading Pengganti Gisel, Sahabat Pevita Ariel Noah
Menjelang pelantikan, pendiri Garda Tipikor FH-Unhas tersebut berbagi pengalaman hingga terpilih sebagai ketua DPRD.
“Saya putra Makassar yang kampung saya letaknya di tengah Kota Makassar yang dikelilingi sungai. Kalau mau ke kampung kelahiran saya, ya mesti naik perahu,” katanya kepada Tribun di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).
Koordinator Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) itu menambahkan, sejak kuliah di Fakultas Hukum Unhas 2002, ia harus jalan kaki dan naik perahu untuk sampai ke ‘merah’.
“Saya jalan kaki waktu kuliah di Unhas. Jadi jalan kaki dan naik perahu kalau mau ke Unhas. Kebetulan Lakkang berada di belakang kampus Unhas. Jalan kaki setiap hari satu kilo meter lebih,” ujarnya.
FOTO: Kampung Berseri Astra Giatkan Warga Aktif dengan Aneka Kegiatan Positif
VIRAL Polwan Cantik Pergoki Tunangan Jalan dengan Cewek Lain, Perlakuan ke Selingkuhan Tak Biasa
10 Potret Juria Hartmans Cewek yang Dekat Gading Pengganti Gisel, Sahabat Pevita Ariel Noah
Sebagai anak kampung, ia bersyukur karena banyak teman dan aktif berorganisasi selama di Unhas.
Menurutnya, dari situ pula ia banyak mengenal pembesar negeri, Maksudnya pejabat negara dan daerah.
“Dari situlah saya banyak turun ke jalan, turun demo, termasuk demo soal penegakan hukum di Sulsel waktu itu,” kata RL.
“Dulu dikit-dikit demo, ada kebijakan pemerintah tidak pro rakyat, misalnya kenaikan BBM kita demo, ada soal penegakan hukum kita demo, sekarang bagaimana ketika saya duduk di DPRD? Namanya pejabat publik kami siap-siap juga di demo,” jelasnya menambahkan.
RL melah bersyukur jika ada mahasiswa menggelar aksi demonstrasi. Kenapa? Karena kita ini lembaga pengawas.
Pertanyaan sekarang, siapa yang awasi DPRD? Ya, itu mahasiswa dan publik, jadi kalau ada yang ingin menyuarakan aspirasinya lewat demo itu hal biasa saja. Kita harus terima aspirasinya.
“Jadi demo itu salah satu cara menyampaikan aspirasi saja, kalau tidak bisa dengan tulisan ya demo. Jadi saya maknai positif saja, karena ada hal yang mereka suarakan. Kalau urusan pusat, kita fasilitasi mereka ke pusat bahwa ada usulan mahasiswa seperti ini di Makassar,” jelasnya.
“Kalau isu lokal tentu tugas kami di daerah untuk menyampaikan ke pemerintah kota sebagai mitra sejajar kami,” RL menambahkan.