Pelatih Arema: PSM Pantas Menang, Darije Senang Duet Baru Ferdinand-Ezra Walian
Dua penyerang sayap yang selama ini jadi andalan, M Rahmat dan Zulham Zamrun duduk di bangku cadangan
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Insan Ikhlas Djalil
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar mengakhiri rangkaian hasil minor pada tiga laga sebelumnya di kandang lawan, dengan torehan manis.
Tampil di kandang sendiri, Stadion Mattoanging Makassar, PSM menggasak Arema FC 6-2 pada laga tunda pekan ke-5 Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam.
Baca: Citizen Analisis: Poros “Botolempangan”, Kekuatan Politik Baru Sulsel, RMS Effect dan Faktor NasDem
Baca: Harga dan Spesifikasi Redmi Note 8 Pro, iPhone 11 Pro, Realme XT, Oppo K5, Vivo Z1 Pro, Samsung A70s
Baca: Bawaslu Maros Ancam Tunda Pilkada 2020
Tambahan tiga poin memang tidak membuat PSM beranjak dari peringkat ke-9 klasemen sementara.
Tapi, kemenangan ini bisa menjadi momen kebangkitan Wiljan Pluim dan kawan-kawan.

Apalagi setelah menjamu Arema FC, PSM akan menjalani laga kandang kali lagi. Kali ini, menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-23, Minggu (20/10) mendatang.
Kemenangan besar lawan Arema FC akan menjadi modal berharga bagi tim besutan Darije Kalesic menghadapi tantangan Persija.

Kepercayaan diri dan motivasi pemain dipastikan meningkat, setelah sempat down karena tiga kekalahan berturut-turut.
Selain itu, penonton dan suporter fanatik PSM bergairah lagi memberikan dukungan langsung di stadion.
Baca: Bupati Bone Apresiasi KKN Tematik UNM di Desa Arasoe
Baca: Dirut Pelindo IV Makassar Rancang Kota Baru Terkoneksi Pelabuhan
Baca: Video Preview Liga 1 2019 Borneo FC vs Bali United - Motivasi Mario Gomez Kalahkan Pemuncak Klasemen
Enam gol PSM dicetak Ferdinand Sianaga menit 5' dan 58', Rizky Pellu 24', Marc Klok 38 (P), Ezra Walian 68' dan Wiljan Pluim 72'.
Sedangkan dua gol Arema dicetak pemain depan Dedik Setiawan menit ke-26 dan penyerang sayap Ricky Kayame di menit ke-81.

Skor 6-2 ini merupakan kemenangan terbesar PSM selama Liga 1 2019 bergulir.
Sebelumnya kemenangan 4-0 atas Badak Lampung menjadi kemenangan terbesar Laskar Pinisi.
Saat ini, Pluim dan kawan-kawan hanya terpaut satu poin dari peringkat ke-8 Persebaya Surabaya dan beda 18 poin dari pimpinan klasemen Bali United.

Sementara Arema FC juga stagnan di posisi 5 klasemen dengan poin 33. Masih unggul 3 poin dari PSM Makassar.
Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, pada sesi jumpa pers mengakui kekalahan timnya. Salah satu penyebabnya, karena Arema FC kehilangan lima pemain pilar.
Baca: Tiga Kali Betis Andri Warga Pannampu Ditembak Tim Ghost Dermaga Polres Pelabuhan
Baca: Diterpa Gosip Miring, Ini Curhat Aktris Kelahiran Makassar Maya Rumantir
Baca: Bupati Bone Apresiasi KKN Tematik UNM di Desa Arasoe
Termasuk kapten tim Hamkah Hamzah yang absen karena cedera dan terkena gejala sakit tifus.
Selama ini, Hamka Hamzah menjadi benteng tangguh di jantung pertahanan tim Singo Edan.

"Kami akui Arema bermain tanpa pemain penting. Namun yang terpenting, pemain tidak bermain dalam organisasi tim yang baik," kata Milo, sapaan akrab Milomir.
"Arema tidak pernah main seperti ini. Babak pertama kemasukan 3 gol yang tidak perlu. Kita mampu membalas, namun pemain kehilangan bola. PSM layak menang," jelasnya.
Baca: Tiga Hari Lagi Lowongan Kerja PT Angkasa Pura Ditutup, Buruan Daftar!
Baca: Video Preview Liga 1 2019 Borneo FC vs Bali United - Motivasi Mario Gomez Kalahkan Pemuncak Klasemen
Baca: League of Legends Versi Mobile Bakal Hadir Tahun Ini, Begini Penampakannya
Sedangkan pelatih PSM Makassar Darije Kalezic memberi selamat kepada para pemainnya yang sudah bekerja keras, sehingga bisa menang telak.
Apalagi PSM juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. PSM kehilangan enam pemain pilar karena cedera dan membela tim nasional.

Akibatnya, pilihan Darije untuk starting eleven cukup terbatas. Di lini depan misalnya, PSM tanpa Guy Junior dan Amido Balde baru pulih dari cedera.
Darije kemudian membuat keputusan berani menduetkan Ferdinand Sinaga dan Ezra Walian sebagai penyerang.
Baca: Tiga Warung Sop Kepala Ikan di Makassar, Rasanya Nendang
Baca: Lawan Arema Kemenangan Terbesar PSM, Posisi di Klasemen Tak Beranjak
Ditopang pemain muda Muh Rizky Eka yang bisa berperan sebagai penyerang sayap dan Wiljan Pluim sebagai pengatur serangan.
Dua penyerang sayap yang selama ini jadi andalan, M Rahmat dan Zulham Zamrun duduk di bangku cadangan bersama Balde.

Di lini belakang, pilihan pelatih juga sangat terbatas karena absennya stopper senior Abdul Rahman serta bek muda Asnawi Mangkualam dan Firza Andika.
Abdul Rahman masih pemulihan cedera, sedangkanAsnawi dan Firza membela timnas U-23 pada turnamen di China.

Darije memilih Hasyim Kipuw mendampingi Aaron Evans di lini belakang. Ditambah dua bek senior, Beny Wahyudi dan Taufik Hidayat.
Tampil dengan skema baru 4-4-2, PSM justru agresif dan akhirnya menang besar.
Biasanya Darije menerapkan formasi 4-3-3 dengan trio penyerang Ferdinand, Zulham Zamrun, dan Rahmat.
"Pemain tampil baik. Starting eleven dengan memainkan Ezra dan Ferdinand jadi tantangan sendiri. Saya tidak ingin memberi kesempatan sekali saja dan mereka bermain baik," kata Darije.
Pujian khusus untuk bek Taufik Hidayat yang bermain full 90 menit.
"Saya tidak pernah menyebut Taufik bermain jelek. Dia hanya butuh waktu untuk memperbaiki performanya," katanya.
Begitu juga dengan pemain mungil Rizky Eka yang bermain baik dengan dua assist. (*)