Citizen Analisis: Poros “Botolempangan”, Kekuatan Politik Baru Sulsel, RMS Effect dan Faktor NasDem

Agaknya dinamika politik di Sulsel sudah mulai terkonsolidasi. Peta dukungan partai politik menghadapi Pilkada 2020 makin ramai dibicarakan.

Citizen Analisis: Poros “Botolempangan”, Kekuatan Politik Baru Sulsel, RMS Effect dan Faktor NasDem
facebook.com
Rusman Madjulekka, Penulis Buku

Poros “Botolempangan”, Kekuatan Politik Baru Sulsel

Oleh Rusman Madjulekka
Penulis Buku

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejauh ini, yang paling mengejutkan dan fenomenal saat Pileg 2019 adalah “pertempuran” di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilnya, mengubah peta dan konfigurasi politik lokal di daerah ini. Dengan perolehan suara siginifikan Partai NasDem menjadi “buah bibir”. Partai yang dipimpin Rusdi Masse (RMS) itu muncul sebagai “kekuatan baru” politik ditengah hegemoni Golkar selama ini. Bahkan,modal politiknya terbilang merata di seluruh daerah kabupaten/kota.

Apalagi tahun depan ada 12 daerah (kab/kota) di Sulsel akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, September 2020. Lalu bagaimana peta konfigurasi elit pasca Pileg 2019 dan jelang Pilkada 2020?

Agaknya dinamika politik di Sulsel sudah mulai terkonsolidasi.
Peta dukungan partai-partai politik terhadap calon kepala daerah menghadapi Pilkada 2020 makin ramai dibicarakan. Jika mencermati hasil Pileg 2019, sebagai syarat dukuangan Parpol bagi figur kandidat kepala daerah saat ini, sangat mungkin akan terbentuk poros baru. Yang dimata publik adalah keniscayaan.

Berdasarkan kalkulasi politik,kemungkinan salahsatu kekuatan politik baru itu adalah “Poros Botolempangn” (nama jalan kantor DPW Partai NasDem Sulsel,red). Dengan pertimbangan pembentukan poros dukungan terhadap pasangan kepala daerah, didasarkan atas perolehan suara 25 persen atau perolehan kursi di parlemen 20 persen, sesuai amanah Undang-Undang Pilkada.

Secara teori, “Poros Botolempangan” ini mungkin terbentuk, karena secara realitas partai NasDem memiliki syarat dukungan yang signifikan dan merata di seluruh daerah. Dan satu hal yang harus dicermati, adanya sosok figur RMS yang berkontribusi besar mengantarkan Partai NasDem jadi diperhitungkan dalam percaturan politik di daerah ini.

Mengutip hasil riset dan kajian dari Indonesia Development Engineering Consultant (IDEC), tentang pertanyaan siapakah partai politik (parpol) dan sosok yang berpengaruh menentukan arah politik pilkada kabupaten/kota di Sulsel? NasDem dan Golkar, disebut parpol paling berpengaruh saat ini.

Alasannya, berdasarkan hasil Pileg 2019 lalu, dua kekuatan politik penentu pada sejumlah pilkada di Sulsel 2020, berada pada dua poros partai politik tersebut. Kedua partai ini memiliki potensi perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota yang cukup signifikan sebagai syarat pengusungan calon.

Kabupaten Maros misalnya, Golkar memiliki 7 kursi yang tanpa berkoalisi Golkar dapat mengusung calon bupati dan wakil bupati sendiri. Sementara Nasdem mengantongi 5 kursi yang berarti hanya membutuhkan 2 kursi tambahan untuk mengusung calon kepala daerah. Adapun di Kota Makassar, Nasdem berpeluang untuk menjadi penentu arah koalisi dengan mengantongi 6 kursi.
Selain itu, kedua partai juga memiliki peluang untuk mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati Barru sendiri.

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved