Kuasa Hukum Minta Wahyu Jayadi Dibebaskan dari Pasal ini Serta Alasannya

Pledoi tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Zulaeha Djafar, Selasa (15/1

ari maryadi/tribungowa.com
Terdakwa, Wahyu Jayadi (45), duduk di kursi pesakitan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kuasa Hukum meminta mejelis hakim membebaskan terdakwa Wahyu Jayadi dari dakwaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Pledoi tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Zulaeha Djafar, Selasa (15/10/2019) siang.

Sidang lanjutan ini berlangsung di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Jl Usman Salengke, Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Agendanya pembacaan pledoi.

Tim kuasa hukum, menyampaikan pembelaan untuk terdakwa Wahyu Jayadi.

Kapolda Sulsel Larang Demo, Ketua PMKRI Makassar: Tujuan Kami Bukan Ganggu Pelantikan Presiden

Larangan Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Presiden, Mahasiswa Lakukan ini

Dicopot dari Jabatan Direktur BUMD Wajo, Andi Baso Kone Sebut Sengkuni

Dalam pembacaan pledoi, kuasa hukum mengklaim, terdakwa Wahyu Jayadi tidak terbukti melakukan pembunuhan, sesuai tuntutan jaksa mengenai Pasal 338 KUHP.

Ketua tim, M Shyafril Hamzah menuturkan, terdakwa Wahyu Jayadi menghilangkan nyawa Siti Zulaeha Djafar atas dasar spontanitas.

Spontanitas itu, katanya, merespon perkataan korban yang mencampuri urusan pribadi terdakwa.

Oleh karena itu, kuasa hukum menilai perbuatan terdakwa adalah penganiayaan yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

Shyafril menilai, terdakwa sejatinya dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP, bukan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Memohon kepada kepada majelis hakim yang memulia untuk mempertimbangkan bahan pledoi ini sebagai bahan pertimbangan," kata Shyafril.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved