Larangan Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Presiden, Mahasiswa Lakukan ini

Aksi tersebut dilakukan sehari jelang berlakunya larangan unjuk rasa yang dikeluarkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Larangan Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Presiden, Mahasiswa Lakukan ini
muslimin emba/tribun-timur.com
Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) berunjukrasa di depan kampus UIN Alauddin, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Selasa (15/10/2019) sore 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Massa dari Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) berunjuk rasa di depan kampus UIN Alauddin, Makassar (UINAM) Jl Sultan Alauddin, Selasa (15/10/2019) sore.

Aksi tersebut dilakukan sehari jelang berlakunya larangan unjuk rasa yang dikeluarkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Pantauan awak tribun, pengunjuk rasa yang hadir terlihat berjumlah 30an orang.

Dicopot dari Jabatan Direktur BUMD Wajo, Andi Baso Kone Sebut Sengkuni

Begini Isi Surat Nama Calon Menteri Jokowi yang Bocor, Semua Partai Dapat Jatah, Kop Jokowi-Maruf

Bawa 100 Liter Ballo, Sopir Petepete di Maros Diamankan Polisi

Unjuk rasa berlangsung dengan membakar ban dan menghadang truk.

Truk yang dihadang pun dijadikan sebagai panggung orasi tepatnya di tengah badan jalan Jl Sultan Alauddin-Arah AP Pettarani.

Akibatnya arus kendaraan terlihat padat merayap atau melambat.

Adapun tuntutan pengunjukrasa meminta agar pemerintah membubarkan BPJS.

"Kenaikan iuran BPJS bukan menguntungkan rakyat, itu malah menyengsarakan rakyat," kata Jenderal Lapangan aksi, Fajar Hidayat Asbar.

Fajar Hidayat yang juga Ketua KPPM pun meminta agar pemerintah membubarkan BPJS.

Dicopot dari Jabatan Direktur BUMD Wajo, Andi Baso Kone Sebut Sengkuni

Begini Isi Surat Nama Calon Menteri Jokowi yang Bocor, Semua Partai Dapat Jatah, Kop Jokowi-Maruf

Bawa 100 Liter Ballo, Sopir Petepete di Maros Diamankan Polisi

Fajar Hidayat juga menyesalkan adanya edaran atau larangan pihak kepolisian untuk berunjukrasa jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Tidak seharusnya pihak Polri itu kemudian mempressure gerakan mahasiswa.

Kami menganggap gerakan kami dilindungi undang-undang, tidak ada alasan pihak pemerintah atau Polri menahan gerakan kami," ujarnya.

Unjuk rasa yang berlansung sejak pukul 13:37 Wita itu masih berlansung hingga pukul 16.00 Wita. (&*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved