Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Terjadi di Tana Toraja

Menindaki hal tersebut, sejumlah mahasiswa dibantu warga bahu membahu mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Tayang:
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Imam Wahyudi
tommy/ tribuntoraja.com
Kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Kampus STAKN, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (11/10/2019) 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi Kabupaten Tana Toraja, Jumat (11/10/2019).

Kali ini, si jago merah melalap lahan dan hutan yang berlokasi di sekitar Kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STKN) Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi di sekitar pukul 13:30 Wita.

Baca: Berjanji ke JK Soal Pasar Sentral? Ini Penjelasan Kejati Sulsel

Menindaki hal tersebut, sejumlah mahasiswa dibantu warga bahu membahu mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Tak lama kemudian, empat unit Damkar Tana Toraja tiba di lokasi kebakaran.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15:00," tulis Bivak, mahasiswa STAKN saat dikonformasi via WhatsApp.

Baca: Terpilih Jadi Anggota DPRD Makassar, Nunung Dasniar Bakal Lakukan ini

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun faktor musim kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran.

Sementara, awak TribunToraja, mencoba menkonfirmasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Alfian Andilolo terkait kebakaran tersebut.

Namun, hingga saat ini Alfian belum bisa dikonfirmasi.

Karhutla Terus Meluas di Mebali, Kapolres Tana Toraja Joki Water Canon

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait turut memadamkan api pada kebakaran hutan lahan (Karhutla) di Kelurahan Mebali, Kecamatan Mengkendek, Rabu (25/9/2019) malam.

Api kebakaran hutan rakyat itu terus meluas hingga ke pinggir jalan raya atau jalan poros Tana Toraja-Enrekang.

VIDEO: Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang Unjuk Rasa Tolak RUU KPK di Kantor DPRD

Dinilai Tak Transparan, Sapma Pemuda Pencasila Demo BPN Luwu Utara

Sudah 6 Kali Mantan Bupati Obednego Jadi Anggota Dewan, Janji Perjuangkan Jalan Rusak di Mamasa

Mahasiswi Penjaskesrek STKIP YPUP Makassar Lolos seleksi PSM Makassar Putri

Smartphone Rp 1 Jutaan Xiaomi Redmi 8A Meluncur, Ini Spesifikasi Lengkap dan Unboxing

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae juga turut hadir di lokasi kebakaran.

Satu unit kendaraan taktis atau water canon milik Polres Tana Toraja diturunkan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Mebali.

AKBP Julianto P Sirait mengatakan, kendaraan taktis memiliki teknologi penyemprot air bertekanan tinggi, digunakan memadamkan kobaran api yang berada dekat jalan raya.

"Kendaraan khusus digunakan menghalau kerumunan massa itu cukup efektif memadamkan kobaran api cukup besar di hutan maupun lahan," ucap Julianto, Kamis (26/9/2019) sore.

Hingga malam dini hari, sebanyak 30 orang tim Karhutla Tana Toraja masih berada dalam hutan memadamkan titik api di wilayah Baba Ba.

Kapolres AKBP Julianto P Sirait menjelaskan, puluhan personel memadamkan api dan memastikan api betul padam bahkan aparat siap tidur dalam hutan karena kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius pemerintah.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait menjadi joki water canon saat memadamkan api di hutan rakyat dan lahan terbakar di Kelurahan Mabali, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (26/9/2019) malam
Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait menjadi joki water canon saat memadamkan api di hutan rakyat dan lahan terbakar di Kelurahan Mabali, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Kamis (26/9/2019) malam (Humas Polres Toraja)

Bersama tim Karhutla Tana Toraja, terdiri dari TNI-Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran (Damkar) dipimpin AKBP Julianto P Sirait juga turut berusaha memadamkan api dengan menaiki mobil woter canon dan menjadi joki.

"Ini merupakan bukti keseriusan memadamkan titik api dan mempersempit kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya.

Julianto berharap pemerintah daerah Tana Toraja melalui dinas dan instansi terkait serta elemen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bahkan rekan media dapat berperan aktif memerangi Karhutla, karena dampaknya tidak hanya dirasakan manusia tapi makhluk hidup dan lingkungan. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak RUU KPK, KUHP dan Pertanahan, DPRD Toraja Utara Dukung

Sekitar ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Kamis (26/9/2019) siang.

Aksi ratusan mahasiswa berasal dari Forum Pemuda dan Mahasiswa Peduli Rakyat.

Unjuk rasa mahasiswa di depan kantor DPRD Toraja Utara dijaga aparat kepolisian Polres Tana Toraja dan TNI Kodim 1414 Tana Toraja maupun personel Satpol PP Toraja Utara.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Toraja Unjuk Rasa di Kantor DPRD Toraja Utara

Salah satu mahasiswi UKI Toraja memegang poster penolakan RUU KUHP di depan Kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Kamis (26/9/2019) siang. / foto Risnawati Tribun Toraja
Salah satu mahasiswi UKI Toraja memegang poster penolakan RUU KUHP di depan Kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Kamis (26/9/2019) siang. / foto Risnawati Tribun Toraja (TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M)

Tuntutan mahasiswa menolak dan membatalkan beberapa revisi Undang-undang yang disinyalir melemahkan KPK, menindas rakyat serta tidak memenuhi asas hak asasi manusia.

"Kami menolak dan meminta DPR membatalkan revisi Undang-undang KPK, Undang-undang KUHP dan Undang undang pertanahan," ucap Jenderal Lapangan, Gresky Dua Padang.

Gresky mengatakan pernyataan sikap dibuat forum pemuda dan mahasiswa peduli rakyat sebagai wujud hak demokrasi dalam menciptakan keadilan di negeri sendiri.

Sekitar ratusan mahasiswa memadati depan kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Kamis (26/9/2019) siang.
Sekitar ratusan mahasiswa memadati depan kantor DPRD Toraja Utara, Kecamatan Rantepao, Kamis (26/9/2019) siang. (Risnawati/Tribun Toraja Utara)

Tuntutan mahasiswa diantaranya, mengembalikan hak KPK, jangan lemahkan KPK, menolak segala aturan bertentangan dengan keadilan dan HAM, meminta DPRD mengusulkan tuntunan penolakan RUU KUHP dan Pertanahan serta mencabut pengesahan RUU KPK.

Selanjutnya, menuntut DPR RI membatalkan pengesahan RUU KUHP dan pertanahan serta mencabut pengesahan RUU KPK.

Setelah menyampaikan aspirasi di ruang rapat paripurna, sedikitnya tujuh Anggota DPRD Toraja Utara dipimpin Ketua DPRD Stevanus Mangatta menerima aspirasi yang berlangsung tertib dan damai serta turut mendukung penolakan revisi undang-undang.

"Kita sepakat menerima aspirasi forum pemuda dan mahasiswa peduli rakyat telah berlangsung secara tertib, intelektual dan penuh semangat, maka kami sepakat menolak dan membatalkan RUU KPK dan KUHP serta revisi Undang-undang pertanahan," ucap Stevanus dihadapan ratusan mahasiswa.

Berita acara penolakan dilangsungkan dengan penandatanganan tujuh Anggota DPRD Toraja Utara, jenderal lapangan dan wakil serta perwakilan mahasiswa.

Stevanus Mengatakan, DPRD Toraja Utara akan melakukan komunikasi dan mengambil keputusan bersama dengan turut melakukan penolakan yang akan dilanjutkan pembahasan bersama mahasiswa pekan depan.

Anggota DPRD Toraja Utara turut hadir yakni Rony Mapaliey Katunde, Samuel T Lande, Agustinus Parrangan, Paulus Tangke, Andarias Sulle dan Selvy Bida. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

VIDEO: Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang Unjuk Rasa Tolak RUU KPK di Kantor DPRD

Dinilai Tak Transparan, Sapma Pemuda Pencasila Demo BPN Luwu Utara

Sudah 6 Kali Mantan Bupati Obednego Jadi Anggota Dewan, Janji Perjuangkan Jalan Rusak di Mamasa

Mahasiswi Penjaskesrek STKIP YPUP Makassar Lolos seleksi PSM Makassar Putri

Smartphone Rp 1 Jutaan Xiaomi Redmi 8A Meluncur, Ini Spesifikasi Lengkap dan Unboxing

Antisipasi Karhutla di Kepulauan Selayar, Anggota Polsek Bontomatene Patroli Hingga Penyuluhan

TRIBUNSELAYAR.COM, BONTOMATENE - Kepolisian Resort Kepulauan Selayar melaksanakan langkah-langkah pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini.

Luasnya lahan kosong dan kebun-kebun warga yang mengering menjadikan masalah kebakaran hutan dan lahan ini cukup rawan terjadi.

Refleksi Milad ke-50, PP IMDI Gelar Dialog Lintas Generasi

Wiranto Achmed, Pemuda Asal Gowa Juara Campaign di Thailand

Dua Ormas Ini Fasilitasi 10 Pengungsi Wamena Asal Selayar Pulang Kampung

TRIBUNWIKI: Bermain di Film 99 Nama Cinta, Siapa Deva Mahenra?

Suhu 33 Derajat, Cuaca di Kabupaten Bone Cerah Berawan

Hal tersebut dijelaskan Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Taovik Ibnu Subarkah, S.IK.

Kapolres menegaskan bahwa telah memerintahkan seluruh Kapolsek dan jajaran untuk senantiasa melakukan langkah-langkah pencegahan di wilayahnya masing-masing.

"Kebakaran hutan dan lahan ini adalah masalah nasional, juga menjadi atensi dari Pimpinan Polri," kata Kapolres AKBP Taovik Ibnu Subarkah melalui rilisnya, Jumat (11/10/2019) pagi.

"Oleh karenanya saya sudah perintahkan seluruh kapolsek untuk memetakan potensi Karhutla di wilayah masing-masing dan melakukan upaya pencegahan juga penyuluhan kepada petani-petani dan warga untuk tidak melakukan pembakaran," tuturnya.

Perintah Kapolres ini dilaksanakan salah satunya oleh Personel Polsek Bontomatene dengan rutin melaksanakan Patroli.

Dipimpin Kanit Binmas Aipda Suardi dan Kanit Reskrim Bripka Sainal Evendi, SH bersama Anggota melaksanakan Patroli antisipasi Karhutla di Kawasan Hutan pantai timur Balara Desa Balang Butung Kecamatan Buki.

Lokasi ini berbatasan dengan hutan Desa Onto dan Keluraha Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene.

Patroli dilakukan dengan memantau kondisi hutan dan lahan serta memberikan penyuluhan kepada Warga khususnya petani yang ditemui.

Kepolisian Resort Kepulauan Selayar melaksanakan langkah-langkah pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Musim kemarau ini
Kepolisian Resort Kepulauan Selayar melaksanakan langkah-langkah pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Musim kemarau ini (Ida)

Kepada Densi misalnya, salah seorang petani asal Dusun Boneapara Desa Balangbutung Kecamatan Buki, Kanit Binmas bersama Kanit Reskrim menghimbau agar menjaga hutan dari kebakaran pada saat musim kemarau saat ini.

"Kami menghimbau agar para petani tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar dan jika harus memasak di hutan memastikan agar api telah benar-benar padam sebelum ditinggalkan," Kata Kanit Binmas Bripka Suardi.

Dalam beberapa bulan terakhir terjadi kebakaran lahan di beberapa tempat namun dapat tertangani secara cepat sehingga tidak meluas. (TribunSelayar.com)

Laporan Wartawan TribunTimur.com @ikbalnurkarim

Refleksi Milad ke-50, PP IMDI Gelar Dialog Lintas Generasi

Wiranto Achmed, Pemuda Asal Gowa Juara Campaign di Thailand

Dua Ormas Ini Fasilitasi 10 Pengungsi Wamena Asal Selayar Pulang Kampung

TRIBUNWIKI: Bermain di Film 99 Nama Cinta, Siapa Deva Mahenra?

Suhu 33 Derajat, Cuaca di Kabupaten Bone Cerah Berawan

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved