Dibuang Orangtuanya, Bayi Windi Menangis di Jl Emmy Saelan Makassar

Kronologinya, saat Fira hendak berbelanja di warung dan mendengar suara tangisan bayi.

Dibuang Orangtuanya, Bayi Windi Menangis di Jl Emmy Saelan Makassar
muslimin emba/tribun-timur.com
Bayi perempuan ditemukan di lorong Panti Asuhan Al Akbar, Jl Emmy Saelan, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (7/10/2019) pukul 19.30 Wita. 

Kayla dan kedua orang tuanya merupakan warga Kabupaten Tana Toraja.

Bebby Fey Cerita Setiap Adegan Bersama Atta Halilintar, dari Tidur di Paha Berakhir di Kamar Mandi

Buron Sejak 2016, Begal Ottele Dibekuk Resmob Polda Sulsel di Panakukkang

Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Wajo, Begini Harapan Legislator Perempuan Sulsel

Pimpin Apel Pagi, Kapolres Luwu Utara: Tuntaskan Laporan Warga

Gantikan Christine Lagarde, Sosok Bos Baru IMF Kristalina Georgieva Ekonom Wanita asal Bulgaria

Mereka tiba di Tana Toraja pada Minggu (6/10/2019) di Posko Sentuhan Peduli sesama yang berlokasi di panggung kesenian Makale, Tana Toraja.

Kayla bersama kedua orang tuanya tiba bersama 23 pengungsi kerusuhan Wamena lainnya.

Saat tiba, Kayla yang digendong oleh orang tuanya langsung menarik perhatian semua petugas di posko Makale.

Lanud Silas Papare Jayapura digunakan untuk mendaratkan para pengungsi dari Wamena.
Lanud Silas Papare Jayapura digunakan untuk mendaratkan para pengungsi dari Wamena. (ENGGEL WOLLY)

Informasi yang dihimpun, Kayla adalah putri pertama dari pasangan Jumika dan Bartholomeus.

Mereka adalah warga Kecamatan Bittuang, Tana Toraja yang sudah lima tahun merantau di Provinsi Papua.

Diceritakan oleh ayah Kayla, Batrholomeus, mereka berhasil lolos dari kerusuhan yang terjadi di Wamena karena lari dari amukan perusuh ke Polres Jayawijaya.

Kayla, bayi berusia satu bulan di evakuasi petugas posko pengungsian di Makale saat Tiba di Tana Toraja, Minggu (6/10/2019).
Kayla, bayi berusia satu bulan di evakuasi petugas posko pengungsian di Makale saat Tiba di Tana Toraja, Minggu (6/10/2019). (Tommy/Tribun Toraja)

"Di Polres Jayawijaya, kami mengungsi selama satu minggu, sambil menunggu antrean evakuasi ke Jayapura," kata Batrholomeus.

Kami, kata Bartholomues, berterimakasih atas segala bantuan sehingga bayi kami tiba di Tana Toraja dalam keadaan sehat.

Sekedar diketahui, 23 pengungsi yang tiba di Tana Toraja Minggu (6/10/2019) kemarin disambut langsung oleh Bupati Tana Toraja, Nikodemus Biringkanae. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Halaman
1234
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved