Pemerhati Lingkungan Selayar Sayangkan Izin Pengolahan Rotan di Hutan Lindung Jampea

Pemerhati Lingkungan Selayar Sayangkan Izin Pengolahan Rotan di Hutan Lindung Jampea

Pemerhati Lingkungan Selayar Sayangkan Izin Pengolahan Rotan di Hutan Lindung Jampea
Dok Sukran
Pihak dari Kehutanan dari Provinsi melakukan sosialisasi, kegiatan kaloborasi pengamanan hutan di Jampea Selayar. 

Pemerhati Lingkungan Selayar Sayangkan Izin Pengolahan Rotan di Hutan Lindung Jampea

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG- Pemerhati lingkungan Selayar Sukran, mengaku kecewa adanya izin pengolahan rotan di hutan lindung Jampea,  Kebupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Izin tersebut dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bidang Penyelenggaraaan Pelayanan Perizinan.

Yang mengagetkan adalah izin itu keluar tapi tidak ada komunikasi, ke pemerintah desa dan Kecamatan di Selayar.

"Jadi saya dan masyarakat ingin melakukan penolakan adanya izin tersebut, dengan alasan bahwa di Jampea salah satu pulau yang kecil,  yang punya hutan lindung,"katanya.

Pihak dari Kehutanan dari Provinsi melakukan sosialisasi, kegiatan kaloborasi pengamanan hutan di Jampea Selayar.
Pihak dari Kehutanan dari Provinsi melakukan sosialisasi, kegiatan kaloborasi pengamanan hutan di Jampea Selayar. (Dok Sukran)

Selain itu,  diJampea juga punya pertanian sehingga,  sebagai masyarakat tidak lagi menginginkan hutan lindung itu, dalam kebutuhan atau bisnis.

Dia berharap ada pengawasan dan mengendalian terhadap hutan lindung, hal itu sebagai panyangga dari adannya potensi pertanian terutama sawah, supaya kebutuhan air bersih dan sawah dapat teratasi.

"Adanya hutan lindung sebagai salah satu,  upaya untuk memaksimalkan atau melestarikan hutan, dengan adanya potensi sawah yang ada. Saat ini dikawasan Pulau Jempea  luas sawah sekitar 500 hektar,"tuturnya.

Sebelumnya pihak kehutanan dari Provinsi melakukan sosialisasi, kegiatan kaloborasi pengamanan hutan di Jampea.

Setelah mereka datang sosialisasi beberapa hari kemudian, keluarlah izin tersebut pada bulan Agustus 2019.

Laporan Wartawan Tribunselayar.com, Nurwahidah @ nur_wahidah_saleh

Baca: Besok Ditutup! Buruan Daftar Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk,Terima Fresh Graduate Lulusan 14 Prodi

Baca: Daftar Nama Pendukung Temui Presiden Jokowi di Istana Beri Masukan,Siapa Andi Gani dan Dedi Mawardi?

Baca: Sandiaga Uno Dikira Punya Mantan Istri, Siapa Dia? Sosoknya Artis Milenial dan Hadir di Tengah Demo

Baca: Anaknya Kritis Dianiaya Saat Demo, Ibu Faisal Amir Malah Ingin Bertemu dan Maafkan Pelaku, Mengapa?

Baca: Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang

Baca: Ayu Ting Ting Ngapain Saat Syuting? Sampai Bilqis Anaknya Ogah Jadi Artis Liat Kelakuan Eks Enji

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani

Baca: Ditemukan di Semak-semak, Sepasang Kekasih Saluputti Tana Toraja Akhiri Hidupnya

Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi

Baca: Bebby Fey Bilang Maaf Setelah Ungkap Atta Halilintar Pelaku Pelecehan, Tak Bawa ke Ranah Hukum, Kok?

Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!

Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani

Baca: Penyebab Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Bukan Karena Demo RUU KUHP dan UU KPK

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved